Waktu Paling Pas untuk Belajar Selama Berpuasa di Bulan Ramadan

Share

Saat bulan Ramadan, ritme hidup pelajar otomatis ikut berubah. Waktu tidur bergeser karena sahur, jam makan berubah total, dan tubuh butuh beradaptasi dengan kondisi tidak makan dan minum selama berjam-jam. 

Di tengah semua itu, tugas sekolah, ujian, dan PR tetap jalan terus. Pertanyaannya: belajar saat puasa itu paling enak kapan? Pagi, siang, atau malam?

Sebenarnya tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang. Namun, kamu bisa memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing waktu, lalu menyesuaikannya dengan kondisi tubuh dan jadwal harianmu.

Belajar di Pagi Hari Waktu Otak Masih Segar

Bagi banyak pelajar, pagi hari setelah sahur dan salat Subuh adalah waktu yang sangat potensial untuk belajar. Tubuh baru saja mendapat asupan makanan, otak masih segar, dan suasana biasanya lebih tenang.

Kelebihan belajar pagi saat puasa:

  • Energi masih penuh: Kamu baru saja sahur, sehingga kadar gula darah relatif masih stabil. Ini membantu konsentrasi.
  • Suasana hening: Pagi buta sampai menjelang sekolah biasanya lebih sepi, cocok untuk belajar materi yang butuh fokus tinggi, seperti Matematika, Fisika, atau hafalan rumus.
  • Otak masih “fresh”: Setelah tidur malam, otak punya kemampuan lebih baik untuk menangkap dan menyimpan informasi baru.

Pagi hari cocok untuk mengulang pelajaran yang akan dipelajari di sekolah, mengerjakan tugas yang butuh konsentrasi tinggi, serta menghafal, misalnya istilah Biologi, rumus, atau definisi penting.

Namun, tantangannya adalah tidak semua orang kuat bangun lebih pagi untuk belajar setelah sahur. Ada yang justru merasa sangat mengantuk. Kalau kamu tipe yang setelah Subuh langsung kembali berbaring di kasur lagi, mungkin belajar pagi tidak terlalu efektif.

Solusinya, kamu bisa memilih waktu pagi menjelang berangkat sekolah (misalnya jam 6–7) untuk sekadar membaca ulang materi, bukan belajar berat.

Belajar di Siang Hari, Memanfaatkan Waktu di Sekolah dan Sepulangnya

Siang hari saat puasa sering jadi momen di mana energi mulai menurun. Perut mulai terasa kosong, tenggorokan kering, dan tubuh agak lemas. Namun, justru di jam-jam ini, kamu biasanya masih berada di sekolah dan tetap harus belajar.

Kelebihan belajar siang saat puasa:

  • Sudah terlanjur “on mode belajar”: Kamu sedang berada di lingkungan belajar, jadi otak otomatis mengikuti ritme itu.
  • Bisa langsung tanya guru atau teman: Kalau ada materi sulit, kamu bisa langsung berdiskusi, ketimbang menunggu malam.
  • Tidak terdistraksi makanan: Karena memang lagi puasa, kamu tidak akan bolak-balik ke dapur cari camilan.

Siang hari cocok untuk mengikuti penjelasan guru di kelas, diskusi kelompok atau mengerjakan tugas bersama, dan mencatat poin-poin penting untuk dipelajari lagi nanti saat malam.

Tantangan yang mungkin kamu hadapi ialah konsentrasi menurun. Menjelang siang hingga sore,  banyak siswa mulai merasa lemas, mengantuk, dan sulit fokus, apalagi jika ruang kelas panas.

Siang hari juga kurang cocok untuk belajar tambahan yang berat. Setelah pulang sekolah, biasanya tenaga sudah berkurang. Kalau dipaksa belajar materi berat, yang ada kepala pusing dan hati tidak tenang.

Kalau mau belajar siang di rumah, pilih aktivitas yang lebih ringan, seperti merapikan catatan, membuat rangkuman singkat, serta membaca pelajaran dengan santai, bukan mengerjakan soal yang rumit.

Belajar di Malam Hari, Saat Tubuh Sudah Mendapat Energi Lagi

Banyak pelajar yang merasa waktu paling enak untuk belajar saat puasa adalah setelah Magrib, ketika sudah buka puasa dan tubuh kembali mendapat energi. Setelah berbuka dan salat, suasana biasanya mulai lebih tenang, dan kamu bisa fokus belajar tanpa memikirkan rasa lapar.

Kelebihan belajar malam saat puasa:

  • Energi sudah kembali: Setelah makan dan minum, tubuh terasa lebih segar. Ini membantu konsentrasi dan stamina untuk belajar.
  • Lebih rileks secara mental: Kamu tidak lagi menghitung jam menuju azan Magrib. Pikiran cenderung lebih tenang.
  • Cocok untuk belajar mendalam: Malam hari bisa digunakan untuk mengerjakan PR, latihan soal, atau mempersiapkan ujian esok hari.

Malam hari cocok untuk mengerjakan PR yang belum sempat dikerjakan, latihan soal ujian atau ulangan, serta mengulang materi pelajaran hari itu dan mempersiapkan materi besok.

Tantangan belajar malam hari yaitu rasa kantuk. Kalau seharian sudah sekolah dan beraktivitas, malam hari bisa jadi waktu tubuh “menagih” istirahat. Bisa juga ada jadwal lain, misalnya ikut tarawih, kajian, buka puasa bersama di luar rumah atau kegiatan keluarga sehingga waktu belajarnya pendek. 

Kalau belajar malam sampai terlalu larut, kamu bisa kekurangan tidur dan akhirnya lemas saat puasa besoknya.Karena itu, penting untuk membatasi jam belajar malam, misalnya hanya sampai pukul 21.30 atau 22.00.

Jadi, kapan waktu belajar terbaik saat berpuasa di bulan Ramadan? Jawabannya, tergantung kenyamanan masing-masing.

Kalau kamu tipe yang paling “menyala” di pagi hari dan tidak masalah bangun lebih awal,
maka belajar setelah Subuh bisa jadi pilihan terbaik. Namun, kalau kamu lebih enak belajar saat suasana sudah tenang, perut kenyang, dan tidak dikejar waktu, maka belajar setelah buka puasa dan Tarawih mungkin lebih cocok.

Nah, kalau kamu tidak suka belajar terlalu pagi atau terlalu malam,
kamu bisa manfaatkan waktu di sekolah dan sedikit waktu siang/sore untuk belajar ringan.

Yang penting, perhatikan beberapa hal ini saat menyusun jadwal belajar di bulan puasa:

  • Jangan memaksakan belajar berat di jam ketika kamu paling lemas.
  • Usahakan tetap tidur cukup, jangan begadang tiap malam hanya demi belajar.
  • Bagi materi belajar ke beberapa sesi singkat (misalnya 25–30 menit) agar otak tidak terlalu lelah.

Belajar saat puasa bukan berarti harus produktif 24 jam. Hal yang lebih penting adalah pintar memilih waktu terbaik versi dirimu sendiri dan menjaga agar tubuh tetap kuat, pikiran tetap jernih, dan ibadah tetap jalan. Dengan begitu, sekolah dan puasa bisa tetap seimbang tanpa saling mengganggu.

 

~Afril

Lihat Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
1
Ingin tahu lebih banyak tentang program yang ditawarkan Sinotif? Kami siap membantu! Klik tombol di bawah untuk menghubungi kami.