Puasa memang bukan hanya soal menahan makan dan minum, tetapi juga tentang bagaimana menjaga energi dan produktivitas agar tetap optimal. Khususnya bagi anak-anak SMP dan SMA yang juga aktif sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler.
Berikut panduan sederhana bagi orang tua untuk membantu anak berpuasa dengan lebih baik, tetap produktif, dan menjaga keseimbangan waktu serta energi.
Kenali Tantangan Saat Berpuasa
Ketika berpuasa, tubuh anak mungkin mengalami perubahan seperti penurunan kadar gula darah dan energi, yang dapat menyebabkan kelelahan atau sulit berkonsentrasi.
Sebuah studi di Indonesia menunjukkan bahwa produktivitas muslim turun menjelang waktu berbuka akibat kekurangan nutrisi.
Lalu, anak juga akan mengalami perubahan pola tidur atau kualitas tidur yang menurun pada remaja yang berpuasa. Misalnya, waktu tidur jadi lebih malam dan bangun pagi tetap karena sekolah.
Ada juga data yang menyebut bahwa pada beberapa siswa, hasil ujian bisa menurun selama bulan puasa dibandingkan di luar puasa.
Dengan mengetahui hal ini, orang tua bisa lebih siap membantu anak agar tidak “terperangkap” dalam kondisi lemas atau kurang konsentrasi.
Tips Mengatur Waktu dan Energi untuk Anak Berpuasa
-
Sahur dan Berbuka dengan Nutrisi Seimbang
Pastikan sahur mencakup karbohidrat kompleks seperti, protein, dan sayur atau buah agar energi lebih bertahan lama. Saat berbuka, mulailah dengan yang ringan, seperti kurma dan air putih, kemudian makan lengkap setelah Maghrib.
Selama berpuasa, hindari terlalu banyak gorengan atau makanan yang membuat kantuk karena gula darah cepat naik lalu turun.
-
Atur Jadwal Belajar dan Aktivitas Fisik
Anak SMP atau SMA biasanya punya jadwal sekolah pagi hingga siang. Saat puasa, sebaiknya sesi belajar yang berat, misalnya saat ujian atau tugas sulit, dijadwalkan setelah sahur atau di pagi hari ketika energi masih cukup.
Aktivitas fisik berat sebaiknya dihindari saat menjelang berbuka karena risiko kelelahan atau dehidrasi. Selingi dengan istirahat pendek atau “power nap” ringan di sore hari bila memungkinkan.
-
Jaga Kualitas Tidur
Pastikan anak tidur cukup. Meskipun sahur membuat bangun lebih pagi, anak harus tidur lebih awal agar total waktu tidur tetap mencukupi. Untuk itu, ciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur dan hindari gadget terlalu lama sebelum tidur agar kualitas tidur lebih baik.
-
Buat Rutinitas dan Monitor Energi Anak
Ajak anak membuat jadwal harian sederhana selama puasa. Mulai dari waktu sahur, sekolah, belajar, istirahat, berbuka, dan tidur. Lalu, pantau apakah anak merasa lelah, mudah pusing, atau sulit berkonsentrasi. Jika iya, mungkin rutinitasnya perlu diubah.
Berikan Dukungan Emosional dan Motivasi
Puasa di usia SMP atau SMA bisa jadi tantangan. Rasa haus, lapar, atau keinginan bermain bisa membuat anak tergoda untuk “istirahat” dari kegiatan sekolah atau belajar. Untuk itu, orang tua bisa melakukan hal berikut:
- Beri pujian dan penguatan saat anak berhasil menjalani puasa sambil tetap aktif belajar.
- Ajak anak bicara tentang bagaimana rasa energinya hari itu.
- Ingatkan bahwa puasa bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga kesempatan melatih disiplin diri, manajemen waktu, dan empati pada sesama.
Jika anak mengalami pusing berkepanjangan, detak jantung cepat, sangat lemas, tidak bisa bersekolah, atau mood buruk yang terus-menerus, maka sebaiknya dihentikan sementara aktivitas berat atau konsultasi ke dokter.
Remaja memang secara umum sehat untuk puasa jika nutrisi dan tidurnya terjaga, tetapi ingatlah bahwa setiap anak berbeda.
Dengan dukungan orang tua yang bijak dalam mengatur sahur, belajar, istirahat, dan tidur, anak SMP atau SMA bisa menjalani puasa sambil tetap produktif.
~Febri