Strategi Orang Tua Bantu Anak Menentukan Jurusan Pilihan Pertama dan Kedua, Supaya Peluang Lolos SNBT 2026 Meningkat!

Share

Setiap tahun, ribuan siswa SMA di seluruh Indonesia bersaing memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT. Bagi banyak orang tua, momen ini menjadi waktu yang menegangkan sekaligus membanggakan.

Namun, di balik semangat dan doa, ada satu hal penting yang sering terlewat, yaitu strategi memilih jurusan dengan cermat. Tidak sedikit siswa yang gagal bukan karena kemampuan akademik, tetapi karena salah dalam memetakan pilihan pertama dan kedua.

Lalu, bagaimana cara orang tua dapat membantu anak menentukan pilihan yang tepat dan tetap realistis agar peluang lolos semakin besar? Ini panduannya.

  1. Pahami Dulu Aturan Pemilihan Jurusan

Untuk SNBT 2026, setiap peserta diberikan kesempatan memilih hingga maksimal empat program studi (prodi) dengan kombinasi tertentu, yaitu:

  • Jika memilih 1 atau 2 prodi, maka bebas dari jenis akademik (S1) maupun vokasi (D3/D4). 
  • Jika memilih 3 atau 4 prodi, maka ada aturan kombinasi antara prodi S1 dan vokasi. 

Mengetahui aturan ini penting agar pilihan tidak menjadi tidak valid dan peluang berhenti di situ.

  1. Petakan“Pilihan Utama” vs “Pilihan Cadangan”

Penting untuk memetakan urutan pilihan jurusan, yaitu yang benar-benar diincar sebagai pilihan pertama dan yang menjadi pilihan kedua atau cadangan. Strateginya sebagai berikut:

  • Untuk pilihan pertama, yaitu PTN favorit atau impian, tempatkan jurusan yang memang sangat diminati, misalnya S1 Teknik Informatika atau S1 Kedokteran. Namun, perlu diingat bahwa jurusan populer biasanya memiliki daya saing tinggi dan peluang masuk lebih sulit. 
  • Untuk pilihan kedua, pilih jurusan alternatif yang realistis atau yang masih sesuai dengan minat dan talenta anak. Namun, pastikan tingkat persaingannya sedikit lebih longgar sehingga peluang lolos lebih besar.

Dengan strategi tersebut, jika pilihan pertama tidak tercapai, maka masih ada jalan masuk yang peluangnya besar untuk anak.

  1. Mengapa Kombinasi Favorit dan Realistis Penting?

Para ahli menyebut bahwa kegagalan sering terjadi bukan karena kemampuan kurang, tetapi karena strategi memilih jurusan yang kurang matang. Misalnya, anak memilih semua pilihan sangat ketat yang peluang lolosnya kecil.

Contoh Universitas Airlangga yang rata-rata tingkat keketatan jurusan di sana bisa 8% – 9% bahkan 3% untuk jurusan favorit. Artinya, dari 100 peserta hanya 3 lolos. Sangat kecil, bukan?

Dengan menempatkan satu pilihan “ketat” dan satu atau lebih pilihan “cukup realistis”, peluang anak untuk masuk PTN jadi meningkat.

Tips Praktis untuk Orang Tua

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan para orang tua:

  • Libatkan anak dalam diskusi dengan bertanya minat dan bakatnya, serta suka atau tidaknya anak dengan jurusan yang dipilih. Pastikan pilihannya harus masuk akal bagi dirinya. 
  • Cek data daya tampung dan kompetisi jurusan di kampus‐kampus incaran. Jika semua pilihan hanya jurusan favorit dengan persaingan super tinggi, risiko gagal meningkat. 
  • Pantau persiapan akademik. Meski nilai rapor tetap penting, tetapi pastikan anak rajin mengerjakan latihan soal, melakukan simulasi ujian, serta menguasai materi dan manajemen waktu yang sangatlah krusial. 
  • Berikan dukungan emosional karena persaingan tinggi bisa membuat anak stres. Pastikan anak tahu pilihan alternatif tetap punya nilai dan kesempatan bagus.

Dengan mengikuti strategi ini, orang tua bisa membantu anak tidak hanya memilih dengan hati, tetapi juga dengan kepala sehingga mengoptimalkan peluangnya masuk PTN lewat SNBT 2026.

Semoga artikel ini bermanfaat serta membantu orang tua dan anak untuk menjalani proses SNBT dengan lebih tenang dan terarah. Sukses selalu!

 

~Febri

Lihat Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
1
Ingin tahu lebih banyak tentang program yang ditawarkan Sinotif? Kami siap membantu! Klik tombol di bawah untuk menghubungi kami.