Sebelum Upload Foto ke Aplikasi AI, Pahami Dulu Risikonya

Share

Sekarang lagi rame banget aplikasi dan website AI yang bisa ngedit foto jadi lebih cantik, bikin versi anime, ganti background, sampai bikin foto ala pas foto resmi hanya dari selfie biasa. Seru? Jelas. Praktis? Banget. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang sering kelewat: keamanan dan privasi data.

Banyak orang asal upload foto ke aplikasi AI tanpa baca apa-apa dulu, yang penting hasilnya bagus dan bisa diposting. 

Padahal, begitu kamu mengunggah foto ke platform tertentu, kamu sebenarnya sedang “memberikan sesuatu” ke mereka,  bukan cuma gambar, tapi juga data tentang dirimu. Sebelum lanjut hobi upload foto ke aplikasi AI, ada baiknya kamu paham dulu risiko yang mungkin muncul.

 

Kenapa Foto Pribadi Bisa Jadi Masalah Besar?

Buat sebagian orang, foto itu cuma foto. Tapi buat teknologi, foto adalah data berharga. Dari satu foto wajah saja, sistem AI bisa membaca banyak hal seperti bentuk wajah, jenis kelamin, perkiraan umur, ekspresi, bahkan kadang lokasi kalau fotonya menyimpan data GPS.

Data ini bisa digunakan untuk:

  • Melatih model AI supaya makin canggih
  • Membuat profil tentang kebiasaan atau preferensimu
  • Menghubungkan akunmu di berbagai platform (kalau kamu pakai login email yang sama)

Masalahnya, kamu mungkin tidak tahu persis data itu dipakai untuk apa, disimpan di mana, dan sampai kapan. Di sinilah risiko besar mulai muncul, terutama kalau platform tersebut tidak transparan atau punya standar keamanan yang rendah.

 

Risiko Privasi yang Sering Diabaikan

Sebelum upload foto, coba bayangkan beberapa risiko ini. Bukan untuk menakuti, tapi supaya kamu lebih waspada.

Pertama, foto bisa disimpan dalam jangka panjang. Meski kamu sudah menghapus aplikasi, bukan berarti foto yang pernah kamu upload ikut hilang dari server mereka. Bisa saja fotomu tetap tersimpan dan digunakan sebagai data pelatihan AI. Kadang hal ini sudah tertulis di kebijakan privasi, tapi banyak yang tidak pernah membacanya.

Kedua, foto bisa digunakan untuk keperluan lain tanpa kamu sadari. Misalnya, fotomu dipakai sebagai contoh promosi, dataset internal, atau diproses lagi untuk pengembangan fitur baru. 

Di beberapa platform, dengan mengupload foto kamu otomatis memberikan “izin” penggunaan tertentu. Kalau kamu tidak baca ketentuannya, kamu tidak benar-benar tahu sejauh apa hak mereka terhadap fotomu.

Ketiga, ada risiko kebocoran data. Secanggih apa pun teknologinya, tetap ada kemungkinan server diretas atau data bocor. Kalau yang bocor adalah foto biasa mungkin terlihat sepele, tapi bagaimana kalau di situ ada foto:

  • Tanpa hijab (untuk yang berhijab di ruang publik)
  • Di dalam rumah, yang menunjukkan bagian privasi
  • Anak kecil di keluargamu
  • Dokumen penting yang ikut terfoto di belakang?

Ini sudah menyentuh ranah keamanan yang lebih serius.

Keempat, risiko pemalsuan identitas dan deepfake. Foto wajah yang jelas, apalagi dari berbagai sudut, bisa dimanfaatkan untuk membuat konten palsu (deepfake), akun bodong, atau hal-hal lain yang merugikan. Memang tidak semua platform jahat, tapi semakin banyak foto dirimu tersebar, semakin besar peluang foto itu jatuh ke tangan yang salah.

 

Hal-Hal yang Perlu Dicek Sebelum Upload Foto

Kalau kamu tetap ingin memakai aplikasi, itu sah-sah saja. Yang penting, kamu lebih hati-hati. Sebelum upload, coba cek beberapa hal berikut:

Pertama, cek reputasi aplikasinya. Jangan asal pakai aplikasi yang baru pertama kali kamu lihat di iklan random atau link nggak jelas. Cari tahu dulu: siapa developernya, sudah banyak dipakai atau belum, dan ada keluhan apa saja dari pengguna lain.

Kedua, baca (minimal) bagian penting dari kebijakan privasi. Nggak harus hafal semua, tapi perhatikan poin-poin seperti:

  • Apakah foto akan disimpan di server, atau dihapus setelah beberapa waktu?
  • Apakah fotomu digunakan untuk melatih AI mereka?
  • Apakah mereka membagikan data ke pihak ketiga?

Kalau ada kalimat yang bunyinya kira-kira “kami dapat menggunakan konten Anda untuk keperluan pengembangan, promosi, atau layanan lain”, artinya kamu memberikan cukup banyak hak atas fotomu ke mereka.

Ketiga, perhatikan jenis foto yang kamu upload. Kalau bisa, hindari mengunggah foto yang terlalu sensitif, misalnya:

  • Foto dengan pakaian sangat terbuka
  • Foto anak kecil
  • Foto di dalam kamar atau tempat pribadi
  • Foto yang berisi dokumen, nomor identitas, plat mobil, dan informasi lain yang bisa dilacak

Semakin “biasa” fotonya, semakin kecil kerugian kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Keempat, cek opsi penghapusan data. Beberapa aplikasi menyediakan fitur untuk menghapus akun dan data terkait, termasuk foto. Cari tahu apakah mereka punya fitur seperti itu. Kalau tidak ada penjelasan sama sekali soal penghapusan data, itu tanda tanya besar.

 

Tips Menggunakan Aplikasi AI dengan Lebih Aman

Kalau kamu tetap ingin menikmati fitur aplikasi AI, kamu bisa menerapkan beberapa tips sederhana ini:

  • Gunakan foto yang tidak terlalu personal. Untuk sekadar coba fitur, pakai foto yang biasa saja, bukan foto yang sangat pribadi atau memalukan jika tersebar.
  • Pisahkan akun. Kalau bisa, jangan hubungkan aplikasinya dengan akun utama yang berisi banyak data (misalnya akun email utama, akun media sosial utama). Gunakan email khusus atau akun sekunder.
  • Kurangi informasi lain yang kamu berikan. Kalau aplikasi hanya butuh foto, tidak perlu memberikan data tambahan seperti tanggal lahir, alamat, atau nomor telepon kalau itu opsional.
  • Rutin cek aplikasi yang terhubung ke akunmu. Misalnya akun Google, Apple, atau media sosial. Kadang kita lupa sudah memberi izin ke aplikasi apa saja.

Teknologi AI akan terus berkembang, dan aplikasi yang memanfaatkan foto akan semakin banyak. Kita tidak selalu bisa mengontrol bagaimana sistem dibuat, tapi kita bisa mengontrol sejauh apa kita mau membagikan data.

Sebelum upload foto ke aplikasi AI, jangan cuma berpikir “hasilnya bakal bagus nggak ya?”, tapi juga tanya ke diri sendiri:

  • “Aku nyaman nggak kalau foto ini disimpan lama?”
  • “Kalau suatu saat fotoku bocor, aku masih bisa nerima konsekuensinya?”

Kalau jawabannya ragu-ragu, mungkin itu tanda bahwa lebih baik kamu tahan dulu. Seru-seruan boleh, tapi jangan sampai mengorbankan keamanan dan privasi diri sendiri tanpa sadar.

 

~Afril

Lihat Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
1
Ingin tahu lebih banyak tentang program yang ditawarkan Sinotif? Kami siap membantu! Klik tombol di bawah untuk menghubungi kami.