Memasukkan anak ke SMA Taruna Nusantara adalah impian banyak orang tua di Indonesia. Sekolah ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik yang menghasilkan lulusan berkarakter kuat, disiplin tinggi, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Namun, perlu dipahami bahwa keberhasilan anak di Taruna Nusantara tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik atau kekuatan fisik saja.
SMA Taruna Nusantara menggunakan sistem pendidikan berasrama dengan nuansa semi-militer. Artinya, anak harus hidup jauh dari orang tua, mengikuti jadwal yang padat, dan menaati peraturan yang ketat.
Banyak siswa yang pintar secara akademik, tetapi tidak siap secara mental dan emosional sehingga merasa kewalahan atau bahkan menyerah di tengah jalan.
Oleh karena itu, selain belajar untuk menghadapi tes masuk, anak juga harus dibekali dengan keterampilan nonteknis atau soft skills agar mampu bertahan dan berkembang.
Berikut lima keterampilan nonteknis penting yang wajib dikuasai calon siswa Taruna Nusantara.
-
Disiplin dan Manajemen Waktu
Disiplin adalah fondasi utama di Taruna Nusantara. Setiap siswa harus bangun pagi pada waktu yang sudah ditentukan, mengikuti apel, belajar di kelas dengan penuh perhatian, hingga mengikuti kegiatan fisik dan organisasi.
Cara melatih anak sejak dini adalah:
- Biasakan anak bangun pagi tanpa disuruh
- Buat jadwal harian untuk sekolah, ibadah, dan waktu istirahat
- Ajak anak bertanggung jawab menyelesaikan tugas tepat waktu
Anak yang terbiasa disiplin di rumah akan lebih mudah beradaptasi di lingkungan Taruna Nusantara.
-
Kemandirian dalam Kehidupan Sehari-hari
Tinggal di asrama berarti anak tidak bisa lagi mengandalkan orang tua untuk hal-hal kecil seperti merapikan kamar, mencuci pakaian, atau menyiapkan perlengkapan. Banyak anak yang awalnya kaget karena belum pernah mengurus diri sendiri.
Orang tua bisa mulai melatih anak dengan cara:
- Memberi tugas rumah sederhana seperti menyapu atau mencuci piring
- Mengajarkan cara melipat pakaian dan merapikan tempat tidur
- Membiarkan anak mempersiapkan perlengkapannya sendiri saat bepergian
Kemandirian ini akan membuat anak lebih percaya diri saat memasuki lingkungan baru.
-
Kerja Sama dan Kepemimpinan
Di Taruna Nusantara, hampir semua kegiatan dilakukan secara kelompok. Anak-anak belajar untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga peduli pada teman satu tim.
Untuk melatihnya, orang tua bisa melakukan hal berikut:
- Mengikutkan anak dalam kegiatan pramuka, paskibra, atau OSIS
- Memberikan tanggung jawab mengelola proyek kecil bersama teman
- Mengajarkan cara berbicara dan menyampaikan pendapat dengan sopan
Jika anak yang mampu bekerja sama, dia akan lebih diterima oleh teman-temannya dan lebih mudah berkembang dalam lingkungan asrama.
-
Ketahanan Mental
Tantangan terbesar dari sekolah berasrama bukan hanya fisik, tetapi mental. Rasa rindu pada keluarga, tekanan tugas, hingga kompetisi antar teman bisa membuat anak merasa tertekan. Jika mentalnya tidak kuat, anak bisa mudah menyerah.
Cara melatih ketahanan mental anak bisa dilakukan dengan:
- Mengajari anak untuk tidak mengeluh berlebihan saat menghadapi masalah
- Ajak diskusi tentang solusi, bukan hanya mendengarkan keluhan
- Kurangi sikap overprotective agar anak belajar menghadapi tantangan
Anak yang terbiasa menghadapi kesulitan dengan tenang akan lebih siap menghadapi kehidupan di Taruna Nusantara.
-
Etika dan Tata Krama
Sopan santun adalah ciri khas siswa Taruna Nusantara. Namun, tata krama bukan hanya soal berbicara sopan, tetapi juga cara berdiri, berpakaian, dan bersikap.
Latih anak dengan cara:
- Mengajari anak menyapa orang yang lebih tua
- Batasi tontonan atau pergaulan yang tidak mendidik
- Beri contoh langsung melalui perilaku orang tua
Dengan memiliki karakter yang baik, anak akan lebih dihormati dan dipercaya oleh lingkungan sekolah.
Jadi, persiapan masuk Taruna Nusantara tidak hanya soal belajar keras, tetapi juga membentuk karakter. Dengan begitu anak tidak hanya akan diterima di sekolah impian, tetapi juga mampu bertahan dan bersinar di dalamnya.
~Febri