Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak belajar dengan cara yang efektif, terutama menjelang ujian penting seperti Ujian Kenaikan Kelas (UKK).
Namun, kebanyakan anak justru melakukannya dengan membaca buku atau catatan berulang kali dengan harapan semua masuk ke kepala.
Sayangnya, banyak penelitian sains dari luar negeri menunjukkan bahwa strategi ini sebenarnya tidak efektif untuk membantu anak benar-benar mengingat jangka panjang isi materi pelajaran.
Jadi, apa yang harus orang tua lakukan? Yuk, berkenalan dengan metode “rereading” dan “active recall”!
Apa Itu “Rereading” atau Membaca Ulang?
Rereading berarti anak membaca materi pelajaran atau catatannya berulang kali tanpa melakukan aktivitas lain. Saat anak membaca sesuatu lagi dan lagi, hal itu terasa membuat informasi lebih “familiar”.
Namun, perlu dipahami bahwa familiar tidak sama dengan bisa diingat sendiri saat ujian. Mata dan otak hanya mengenali kata-kata itu sebagai sesuatu yang sudah pernah dilihat, tanpa benar-benar melatih memori untuk mengambil informasi itu saat dibutuhkan.
Ini disebut oleh para ahli sebagai “illusion of fluency”, yaitu perasaan seolah menguasai materi padahal belum bisa benar-benar mengingatnya sendiri.
Lalu, Apa itu “Active Recall”?
Berbeda dengan membaca ulang, active recall adalah metode belajar di mana siswa mencoba mengambil kembali informasi dari ingatannya tanpa melihat buku atau catatan terlebih dahulu.
Misalnya, setelah membaca satu bab, anak menutup buku lalu menuliskan atau mengucapkan kembali apa yang baru dipelajari, atau menjawab pertanyaan kuis tanpa melihat jawabannya dulu.
Ini membuat otak “tertarik” untuk berusaha keras menarik informasi itu dari memori jangka panjang.
Para peneliti pembelajaran menyebut proses ini sebagai retrieval practice atau latihan mengambil informasi dari otak. Setiap kali anak berhasil mengingat hal tanpa melihat sumbernya, jalur memori itu menjadi lebih kuat dan lebih mudah diakses di masa depan.
Ini seperti melatih otot yang semakin sering digunakan, semakin kuat dan tahan lama ingatannya.
Mengapa Active Recall Jauh Lebih Efektif daripada Rereading?
-
Active Recall Melatih Ingatan Jangka Panjang
Dengan mencoba menjawab pertanyaan atau “mengingat sendiri”, otak benar-benar memproses informasi secara mendalam.
Ini membantu anak benar-benar menyimpan pengetahuan ke memori jangka panjang, bukan sekadar merasa sudah tahu karena sering melihat materi.
-
Rereading Hanya Memberikan Familiaritas, Bukan Pengingatan
Walau membaca ulang terasa membuat anak lebih percaya diri, kenyataannya ini hanya meningkatkan kenalan dengan teks, bukan kemampuan mengambil informasi tanpa bantuan.
Jadi, pada hari ujian, saat buku tidak ada di depan mata, anak sering lupa hal yang seharusnya sudah dipelajari.
-
Active Recall Membantu Mengenali Kelemahan Anak
Saat menggunakan metode active recall, anak akan lebih cepat tahu bagian mana yang belum diingat atau dipahami, sehingga dapat fokus belajar ulang di area yang lemah.
Ini jelas berbeda dengan membaca ulang yang sering menyamarkan kelemahan karena terlihat “mudah” dan familiar.
-
Rereading Bisa Membuang Waktu
Bayangkan anak membaca ulang berulang-ulang selama berjam-jam tetapi setelah seminggu materi itu hilang lagi dari ingatan. Itu berarti waktu belajar efektifnya sangat sedikit!
Penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti active recall bisa membuat waktu belajar lebih efisien dan hasilnya lebih baik dalam ujian.
Cara Praktis Menerapkan Active Recall
Orang tua bisa membantu anak menerapkan strategi ini dengan cara sederhana seperti:
- Buat pertanyaan setelah membaca satu bab, lalu anak mencoba jawab tanpa melihat buku.
- Gunakan kartu pertanyaan atau flashcards, dengan anak mencoba menjawab dulu sebelum membuka jawabannya.
Cara-cara ini memaksa otak bekerja keras mengambil informasi dan justru itulah yang membuat materi benar-benar melekat.
Sebagai orang tua, sangat penting untuk memahami bahwa bukan jumlah waktu belajar yang menentukan hasil terbaik, tetapi bagaimana anak belajar.
Dengan melakukan metode active recall yang menantang anak untuk mengingat hal tanpa melihat buku atau catatan, ini bisa menjadi strategi belajar yang jauh lebih efektif untuk anak menjelang UKK.
~Febri