Perlukah Anak SD atau SMP Menjalani Les di Luar Sekolah agar Siap Menghadapi TKA?

Share

Sebagai orang tua, wajar jika bertanya-tanya, “Haruskah saya kirim anak les agar siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)?”

Memang, memilih antara les dan belajar mandiri penting agar persiapan TKA berjalan efektif sekaligus tidak menekan anak.

Sebelum memutuskannya, berikut penjelasan sederhana yang bisa dijadikan panduan bagi para orang yang memiliki anak SD dan SMP yang akan menjalani TKA.

TKA dan Perannya bagi Anak SD dan SMP

TKA adalah asesmen akademik standar nasional yang dirancang oleh Kemendikdasmen untuk mengukur capaian anak dalam mata pelajaran tertentu secara adil dan objektif. Tidak seperti Ujian Nasional (UN), TKA tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan sekolah.

Namun, hasil TKA bisa sangat berguna bagi anak. Sebagai contoh, hasilnya bisa menjadi salah satu pertimbangan seleksi jalur prestasi ke jenjang berikutnya.

Lalu, sama seperti ujian sekolah lainnya, TKA untuk SD dan SMP diselenggarakan tanpa biaya bagi siswa dan orang tua karena seluruh biaya ditanggung negara.

Belajar Sendiri vs Les, Mana yang Lebih Tepat?

Tidak semua anak perlu les profesional untuk menghadapi TKA. Ada beberapa situasi yang membuat belajar mandiri sudah cukup untuk anak, yaitu:

  • Pemerintah menyediakan simulasi TKA yang bisa diakses gratis untuk latihan soal.
  • Anak sudah disiplin dan memiliki kebiasaan belajar rutin di rumah sehingga bisa belajar TKA dengan panduan sendiri.
  • Tujuan mengikuti TKA lebih untuk pengalaman atau portofolio, bukan semata persaingan prestasi.

Namun, dalam kasus tertentu, mengikuti les juga bisa menjadi pilihan yang tepat jika:

  • Anak kesulitan memahami konsep matematika atau Bahasa Indonesia dan butuh bimbingan intensif.
  • Orang tua sangat sibuk sehingga sulit mendampingi persiapan secara rutin.
  • Ada tempat les yang menyediakan bimbingan TKA terstruktur dan berkualitas, terutama yang fokus pada pemahaman konsep dan soal berpikir kritis.

Tips Memaksimalkan Persiapan Tanpa Les

Jika orang tua memilih jalur belajar mandiri bersama anak, ini beberapa strategi yang bisa diterapkan.

  1. Gunakan sumber resmi.

    Manfaatkan situs resmi TKA, seperti portal Kemendikdasmen, yang menyediakan informasi lengkap dan contoh soal.

  2. Latih rutin dengan simulasi.

    Buat jadwal mingguan untuk mengerjakan simulasi soal TKA agar anak terbiasa dengan format tes dan jenis soal.

  3. Fokus pada pemahaman, bukan sekadar jawaban.

    Bantu anak memahami alasan di balik setiap jawaban, terutama soal matematika yang menantang. Ini akan memperkuat kemampuan berpikir analitis mereka.

  4. Dukung secara emosional.

    Beri semangat dan yakinkan anak bahwa TKA bukan ujian penentu kelulusan. Jangan biarkan persiapan membuatnya stres.

Tips Jika Memilih Les

Jika orang tua memilih untuk memasukkan anak ke tempat les untuk persiapan TKA, tidak masalah juga. Namun, pastikan lembaga bimbingan yang dipilih:

  • Memahami kerangka asesmen TKA sesuai peraturan resmi.
  • Menyediakan materi dan soal yang mengikuti pola TKA, bukan hanya sekadar kelas tambahan biasa.
  • Fleksibel, misalnya ada kelas online atau rekaman materi supaya bisa diakses kapan pun.
  • Memberikan laporan kemajuan untuk melihat peningkatan pemahaman anak, bukan hanya skor latihan.

Jadi, sebenarnya tidak ada satu jawaban yang cocok untuk semua anak apakah mereka lebih baik belajar mandiri atau mengikuti les sebagai persiapan TKA.

Bagi sejumlah anak, belajar mandiri dengan simulasi resmi sudah cukup untuk menghadapi TKA. Namun, bagi yang butuh struktur lebih, motivasi, atau pendalaman konsep, les bisa jadi sangat membantu.

Sebagai orang tua, hal terpenting adalah mengenali karakter dan kebutuhan anak, serta mendukungnya tanpa menciptakan tekanan berlebihan.

 

~Febri

Lihat Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
1
Ingin tahu lebih banyak tentang program yang ditawarkan Sinotif? Kami siap membantu! Klik tombol di bawah untuk menghubungi kami.