Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) adalah jalur penting bagi siswa untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) berdasarkan prestasi rapor dan nonakademik.
Namun, setelah mendaftar, masih banyak jebakan yang bisa membuat anak rugi dan orang tua berperan besar untuk membantu anak menghindarinya.
Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan cara mencegahnya.
-
Mengabaikan Verifikasi dan Daftar Ulang di PTN
Setelah dinyatakan lulus SNBP, ada tahap verifikasi data akademik dan registrasi ulang di PTN tujuan. Orang tua harus mendorong anak untuk melakukan ini segera sesuai jadwal kampus. Jika terlambat, bisa berisiko kehilangan kursi.
Bahkan, siswa yang lolos, tetapi tidak mendaftar ulang bisa mendapatkan sanksi, yaitu dilarang mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur Mandiri selama beberapa tahun.
-
Salah Paham Aturan Mengenai Jalur Lain
Beberapa siswa mungkin berpikir bisa mendaftar jalur lain, misalnya SNBT, meski sudah lolos SNBP. Padahal, aturan resmi pemerintah melarang hal tersebut.
Jadi, sangat penting agar orang tua memastikan anak memahami aturan resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) agar anak tidak melakukan langkah yang bisa berujung diskualifikasi.
-
Memilih Jurusan karena Terburu-buru atau Karena “Keren”
Ada risiko jika anak memilih program studi (prodi) hanya karena dianggap “bergengsi”, misalnya karena nama jurusannya keren atau popularitas kampus, tanpa mempertimbangkan minat dan kemampuan anak.
Agar anak tidak salah memilih jurusan, orang tua sebaiknya berdiskusi bersama anak. Tanyakan apa passion anak dalam belajar, bagaimana prospek karir jurusan yang dipilihnya, dan apakah anak siap dengan beban studi prodi tersebut.
-
Data PDSS atau Rapor Tidak Diverifikasi dengan Baik
Sebagai informasi penting, SNBP menggunakan data rapor semester 1 – 5 yang diinput lewat sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa atau PDSS. Jadi, jika sekolah memasukkan data dengan salah, misalnya nilai yang keliru, ini merugikan peluang anak.
Orang tua dapat membantu dengan memastikan sekolah telah mengirim dan memfinalisasi nilai yang benar, serta mengecek kelengkapan data sebelum pendaftaran SNBP berakhir.
-
Tidak Memanfaatkan Rencana Cadangan Bila Gagal
Meskipun anak mendaftar SNBP, tidak ada jaminan dia 100% diterima. Jika gagal, masih ada jalur lain seperti SNBT atau jalur Mandiri yang bisa ditempuh anak.
Sebagai orang tua, siapkan rencana B bersama anak. Misalnya, mempersiapkan anak menghadapi ujian UTBK atau mempertimbangkan kampus swasta. Dengan begitu, anak tidak akan terlalu terkejut dan menyesal jika SNBP tidak berhasil.
-
Kurangnya Komunikasi dengan Sekolah
Seringkali orang tua menganggap pendaftaran SNBP hanya urusan siswa, padahal sekolah sangat terlibat. Seperti yang disebutkan di atas, kesalahan input yang dilakukan oleh pihak sekolah bisa berdampak besar.
Jadi, pastikan agar orang tua tetap terlibat. Misalnya, dengan menanyakan perkembangan sekolah terkait PDSS, meminta konfirmasi bahwa nilai sudah benar, dan mengingatkan sekolah agar tidak menunda proses administrasi.
Intinya, orang tua memiliki peran penting untuk membantu anak agar proses SNBP berjalan mulus, seperti:
- Mengawasi verifikasi dan daftar ulang di PTN.
- Menjelaskan aturan SNBP agar anak tidak salah langkah.
- Membantu anak memilih prodi yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
- Memastikan data rapor benar dan lengkap.
- Menyiapkan rencana alternatif jika SNBP gagal.
- Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.
Dengan perhatian dan dukungan orang tua, risiko kesalahan bisa dikurangi dan peluang anak meraih PTN impiannya akan lebih besar.
~Febri