Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menerapkan kebijakan baru, yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tes ini bukan pengganti Ujian Nasional (UN), melainkan alat asesmen terstandar untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif.
Bagi anak yang sekarang duduk di kelas 6 SD atau kelas 9 SMP, serta para orang tua, ini merupakan kabar penting karena bisa memengaruhi pemilihan sekolah anak ke jenjang selanjutnya.
TKA untuk jenjang SD dan SMP sendiri dijadwalkan dilaksanakan mulai 2026. Karena sifatnya tidak wajib, anak bisa memilih untuk ikut atau tidak tanpa risiko kelulusan.
Namun, ikut TKA bisa memberikan keuntungan hasil tes berupa nilai dan “kategori capaian” nasional yang bisa menjadi bukti prestasi akademik anak.
Materi dan Cara Pelaksanaan
Tes TKA untuk siswa SD (kelas 6) dan SMP (kelas 9) akan fokus pada dua mata pelajaran, Bahasa Indonesia dan Matematika.
Untuk soalnya, dikembangkan dalam bentuk penalaran dan pemecahan masalah sesuai kurikulum, bukan sekadar hafalan. Sementara pelaksanaannya menggunakan komputer (CBT) dan sekolah akan menjadi tempat ujian, jadi anak tidak perlu ke lokasi jauh.
Dokumen resmi tentang kerangka asesmen TKA ini juga sudah diterbitkan, lengkap dengan contoh soal dan rincian kompetensi yang diukur.
Mengapa TKA Penting untuk Anak?
Ada beberapa alasan mengapa TKA bisa menjadi kesempatan baik bagi anak, yaitu:
- Nilai TKA bisa menjadi pertimbangan jalur prestasi saat mendaftar ke SMP, SMA, atau bahkan dalam seleksi penerimaan akademik lain.
- Sertifikat hasil TKA akan dikeluarkan dan bisa menjadi dokumen resmi.
- TKA juga membantu pemerintah dalam memetakan kualitas akademik siswa secara nasional sehingga bisa membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan.
Tips untuk Orang Tua dalam Mendukung Persiapan Anak
Orang tua bisa berperan besar agar persiapan anak menuju TKA lebih baik dan tidak menimbulkan stres, dengan melakukan beberapa cara berikut:
-
Mulai Persiapan Sejak Dini
Kenalkan anak pada materi Bahasa Indonesia dan Matematika secara rutin, tetapi tetap fokus pada pemahaman konsep. Jangan hanya sekadar melakukan latihan soal, tetapi lakukan diskusi supaya anak tahu “kenapa” dan “bagaimana”.
-
Gunakan Sumber Belajar Digital
Manfaatkan platform seperti Ruang Murid dari Kemendikdasmen, yang menyediakan latihan soal dan materi TKA. Jika anak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) online, bisa juga belajar dari video yang biasanya disediakan oleh mereka.
-
Diskusi dengan Guru Sekolah
Tanyakan apakah sekolah akan menyelenggarakan simulasi TKA atau latihan bersama. Pastikan juga sekolah memfasilitasi proses pendaftaran dan pembuatan sertifikat.
-
Membangun Sikap Positif
Karena TKA tidak menentukan kelulusan, tekankan kepada anak bahwa hasil tes ini adalah “tambahan” dan bukan beban utama. Berikan dukungan moral, waktu istirahat, dan dorongan agar dia merasa percaya diri.
Intinya, TKA adalah langkah baru dari pemerintah untuk memberikan penilaian akademik yang lebih adil dan transparan.
Karena bersifat sukarela dan fokus pada dua mata pelajaran utama, tes ini dapat menjadi peluang berharga bagi anak, terutama jika dia berniat mempersiapkan jalur prestasi ke jenjang berikutnya.
Dengan dukungan yang tepat dari orang tua, kebutuhan akademik dan mental anak bisa berjalan dengan seimbang.
~Febri