Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Anak Bertahan Secara Finansial sebagai Mahasiswa di Luar Negeri

Share

Merencanakan pendidikan di luar negeri adalah impian banyak keluarga Indonesia. Namun, biaya hidup di negara seperti Inggris, Kanada, Australia, atau Amerika Serikat seringkali jauh lebih tinggi dibanding di Indonesia.

Untuk membantu orang tua dan calon mahasiswa menghadapi tantangan ini, berikut panduan praktis agar bisa berhemat di negara dengan biaya hidup tinggi.

  1. Pahami Aturan Kerja untuk Mahasiswa Internasional

Sebelum mulai mencari pekerjaan paruh waktu, penting untuk memahami apa yang legal menurut visa pelajar di negara tujuan. Setiap negara menetapkan batas jam kerja yang berbeda, dan melanggar aturan bisa berakibat serius termasuk pencabutan visa atau denda.

Contohnya, negara seperti Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru mengizinkan mahasiswa bekerja hingga sekitar 20 jam per minggu saat semester berjalan. Sementara di masa liburan semester, batas ini biasanya dilonggarkan atau dihapuskan.

Selalu cek informasi resmi dari kantor imigrasi atau kantor internasional universitas sebelum menerima tawaran kerja. Ini penting supaya status visa tetap aman.

  1. Jenis Pekerjaan Paruh Waktu yang Umum dan Legal

Mahasiswa internasional sering kali memilih jenis pekerjaan berikut:

  • Pekerjaan di kampus
  • Asisten perpustakaan
  • Resepsionis fakultas
  • Asisten peneliti atau tutor

Alasannya karena pekerjaan di dalam kampus biasanya lebih fleksibel karena paham jadwal kuliah mahasiswa. Meski begitu, mahasiswa juga bisa mengambil beberapa pekerjaan di luar kampus, seperti:

  • Barista atau kasir di kafe/restoran
  • Staf toko ritel
  • Asisten acara kampus

Namun, yang perlu diingat adalah apa pun pekerjaan yang dipilih untuk membantu biaya harian, tetapi tetap harus sesuai aturan visa.

Lalu, jika anak memiliki jadwal kuliah yang padat, kerja online seperti freelance desain, penulisan, atau tutoring bahasa yang fleksibel bisa dipilih. Namun, kembali pastikan legalitasnya di negara tujuan karena beberapa negara membatasi freelancing tanpa izin kerja.

  1. Cara Cerdas Berhemat di Negara dengan Biaya Hidup Tinggi

Biaya hidup tinggi menjadi tantangan besar, tetapi ada banyak cara untuk mengelolanya tanpa mengurangi kualitas hidup mahasiswa. Berikut strategi yang sudah terbukti membantu:

  • Buat Anggaran Bulanan yang Jelas. Catat semua pemasukan seperti uang jajan dari rumah, beasiswa, gaji kerja paruh waktu, serta pengeluaran seperti sewa, makan, dan transportasi. Gunakan aplikasi atau spreadsheet sederhana untuk melacaknya.
  • Pilih Tempat Tinggal yang Lebih Hemat. Berbagi rumah atau kamar dengan teman bisa memangkas biaya sewa sampai 30–50%. Bisa juga pertimbangkan tinggal sedikit lebih jauh dari pusat kota dengan akses transportasi umum.
  • Masak Sendiri Sebisa Mungkin. Makan di luar setiap hari bisa cepat menguras anggaran. Cobalah belanja bahan makanan di supermarket lokal dan masak sendiri yang jauh lebih hemat dan sehat.
  • Gunakan Transportasi Murah. Gunakan kartu pelajar untuk diskon transportasi umum. Pertimbangkan untuk berjalan kaki atau bersepeda, jika memungkinkan.
  • Manfaatkan Diskon Pelajar. Kartu pelajar sering memberikan diskon di toko, restoran, bioskop bahkan tiket transportasi. Jaringan seperti UNiDAYS atau ISIC bahkan memberikan potongan di berbagai negara.
  • Beli Barang Bekas atau Pinjam Buku. Textbook baru bisa sangat mahal. Cari versi bekas atau pinjam di perpustakaan kampus untuk menghemat.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Bagi orang tua yang mendukung anak kuliah di luar negeri, pintar dalam merencanakan finansial adalah kunci.

Anak yang memahami aturan kerja visa, tahu cara mencari pekerjaan yang sesuai, dan mampu berhemat dengan bijak cenderung lebih tenang secara finansial dan fokus pada studinya.

Mulailah dengan rencana anggaran, pahami aturan kerja di negara tujuan, dan pilih strategi hemat sejak awal. Itu semua akan membantu pengalaman kuliah anak menjadi lebih sukses tanpa kejutan biaya yang berat.

 

~Febri

Lihat Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
1
Ingin tahu lebih banyak tentang program yang ditawarkan Sinotif? Kami siap membantu! Klik tombol di bawah untuk menghubungi kami.