Menjelang UTBK, banyak orang tua mendengar keluhan yang sama dari anak kelas 12 SMA-nya yang mengikuti ujian tersebut: “Soalnya panjang, waktunya tidak cukup.”
Keluhan ini paling sering muncul pada soal pemahaman bacaan, baik di Literasi Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Padahal, berdasarkan pengalaman dan hasil evaluasi UTBK, masalah utama biasanya bukan kemampuan membaca anak, melainkan cara dan strategi membaca yang kurang tepat.
Dengan pendekatan yang benar, anak bisa menghemat waktu tanpa mengorbankan ketepatan jawaban. Berikut beberapa trik penting yang dapat dipahami dan didukung oleh orang tua di rumah.
-
Fokus UTBK adalah Memahami, Bukan Menghafal
Soal pemahaman bacaan UTBK dirancang untuk menguji kemampuan anak dalam:
- Menangkap ide utama
- Menarik kesimpulan
- Memahami maksud penulis
- Menilai informasi secara logis
Artinya, anak tidak perlu mengingat semua detail bacaan. Membaca terlalu teliti justru sering membuat waktu habis. Jadi, bantu anak untuk memahami bahwa membaca efektif lebih penting daripada membaca dalam waktu lama.
-
Biasakan Membaca Pertanyaan Terlebih Dahulu
Salah satu strategi paling efisien saat ujian UTBK adalah melihat pertanyaan sebelum membaca teks. Dengan cara ini, anak tahu apa yang sedang dicari, apakah ide pokok, makna kata, kesimpulan, atau sikap penulis.
Manfaatnya melakukan cara ini adalah:
- Anak tidak membaca tanpa arah
- Fokus langsung ke bagian teks yang relevan
- Waktu pengerjaan lebih terkendali
Strategi ini bahkan direkomendasikan dalam berbagai tes literasi berbasis waktu.
-
Gunakan Teknik Skimming dan Scanning
Anak sebenarnya tidak harus membaca teks kata per kata. Berikut adalah dua teknik yang sangat membantu:
- Skimming atau membaca cepat untuk menangkap gambaran umum dan ide utama
- Scanning atau mencari kata kunci, angka, atau istilah tertentu sesuai pertanyaan
Teknik ini umum digunakan dalam asesmen internasional seperti PISA dan IELTS, yang juga menguji literasi membaca.
-
Kenali Pola dan Struktur Teks
Sebagian besar teks UTBK memiliki struktur yang jelas, yaitu:
- Paragraf awal sebagai pengenalan topik
- Paragraf tengah untuk memberikan penjelasan atau argumen
- Paragraf akhir yang memberikan simpulan atau penegasan
Jika anak memahami pola ini, ia bisa langsung menuju paragraf yang paling relevan tanpa harus membaca seluruh teks secara mendetail.
-
Ajarkan Manajemen Waktu per Soal
Kesalahan yang sering terjadi adalah anak terlalu lama pada satu soal bacaan, padahal soal lain mungkin lebih mudah. Strategi aman yang bisa dilakukan adalah:
- Batasi waktu hanya sekitar 1 menit per soal
- Lewati soal yang terlalu rumit
- Kerjakan yang lebih mudah terlebih dahulu
Orang tua dapat membantu dengan latihan di rumah menggunakan timer agar anak terbiasa mengatur waktu.
-
Latihan Terarah Lebih Penting dari Banyak Soal
Latihan soal memang penting, tetapi evaluasi setelah latihan jauh lebih penting. Ajak anak untuk mengevaluasi:
- Apakah salah karena tidak paham atau karena terburu-buru
- Bagian bacaan mana yang paling menyita waktu
- Jenis pertanyaan apa yang sering salah
Dengan evaluasi ini, latihan berikutnya akan lebih efektif dan tidak sekadar mengulang kesalahan yang sama.
Simpulannya, soal pemahaman bacaan UTBK bukan tentang membaca paling lama, melainkan membaca paling cerdas dan terarah. Dengan strategi yang tepat, anak bisa tetap tenang, fokus, dan tidak kehabisan waktu.
Selain itu, dukungan orang tua dalam membangun pola latihan yang benar juga akan sangat membantu anak menghadapi UTBK dengan lebih percaya diri.
~Febri