Menjelang UTBK, banyak orang tua semakin aktif mendampingi anak belajar.
Namun, selain mendorong anak untuk rajin belajar, orang tua juga perlu membantu menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang justru dapat menurunkan performa anak saat ujian. Ini karena UTBK menuntut kesiapan akademik, mental, dan strategi yang seimbang.
Berikut lima kebiasaan belajar dan mengerjakan soal yang sebaiknya dihentikan sebelum hari-H UTBK.
-
Belajar dengan Sistem Kebut Semalam
Belajar maraton hingga larut malam masih sering dianggap solusi cepat menjelang ujian. Padahal, cara ini membuat otak kelelahan dan sulit menyimpan informasi dalam jangka panjang.
Penelitian menunjukkan bahwa belajar secara bertahap dan berulang jauh lebih efektif dibandingkan belajar sekaligus dalam waktu singkat.
Orang tua dapat membantu dengan memastikan anak memiliki jadwal belajar harian yang realistis, tidak terlalu padat, namun konsisten.
-
Fokus Menghafal Tanpa Memahami Konsep
UTBK dirancang untuk menguji kemampuan penalaran dan pemahaman konsep, bukan hafalan semata. Jika anak hanya menghafal rumus atau contoh soal, dia akan kesulitan ketika soal disajikan dengan bentuk yang berbeda.
Dorong anak untuk memahami alasan di balik setiap jawaban. Bangun kebiasaan untuk berdiskusi ringan atau menjelaskan kembali materi kepada orang tua, yang dapat membantu memperkuat pemahaman konsep yang dimiliki anak.
-
Latihan Soal Tanpa Batasan Waktu
Banyak siswa rajin mengerjakan soal, tetapi tidak membiasakan diri menghitung waktu pengerjaan. Akibatnya, saat UTBK, anak merasa tertekan dan kehabisan waktu meski sebenarnya mampu menjawab soal.
Latihan soal sebaiknya dilakukan dengan simulasi waktu seperti kondisi ujian sesungguhnya. Hal ini akan membantu anak belajar menentukan prioritas soal, mengatur tempo, dan tidak terlalu lama terjebak pada satu soal sulit.
-
Terlalu Sering Mengganti Metode dan Sumber Belajar
Menjelang UTBK, tidak sedikit anak yang merasa panik lalu mencoba berbagai metode belajar, mengikuti banyak bimbingan, atau berganti-ganti sumber soal. Padahal, kebiasaan ini justru membuat fokus anak terpecah dan kepercayaan dirinya menurun.
Lebih baik ajarkan anak untuk memilih metode yang sudah cocok dan terbukti membantunya selama ini. Tekankah bahwa konsistensi dalam belajar jauh lebih penting dibandingkan mencoba terlalu banyak cara dalam waktu terbatas.
-
Mengabaikan Istirahat dan Kondisi Mental
Kurang tidur, minim istirahat, dan tekanan belajar berlebihan dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, dan stabilitas emosi anak. Padahal, UTBK membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima.
Pastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup, makan teratur, dan sesekali melakukan aktivitas ringan untuk melepas stres.
Dukungan emosional dari orang tua, seperti menghindari perbandingan dengan anak lain, juga sangat membantu menjaga kesehatan mental anak.
Peran Orang Tua Lebih dari Sekadar Mengingatkan Belajar
Di masa persiapan UTBK, peran orang tua bukan hanya mengingatkan jadwal belajar, tetapi juga membantu anak membangun kebiasaan yang tepat dan menghentikan pola belajar yang tidak efektif.
Dengan strategi yang benar, kebiasaan yang sehat, dan dukungan keluarga, anak dapat menghadapi UTBK dengan lebih tenang dan percaya diri.
Ingat, persiapan terbaik bukan belajar tanpa henti, melainkan belajar dengan cara yang tepat.
~Febri