Di tengah tuntutan akademik yang semakin tinggi, banyak orang tua mulai mempertimbangkan les tambahan untuk anak, terutama di jenjang SMP dan SMA. Bukan tanpa alasan, materi pelajaran yang semakin kompleks, persaingan masuk sekolah dan perguruan tinggi favorit, hingga kebutuhan akan skill tambahan membuat les menjadi salah satu solusi yang cukup efektif.
Namun, tidak semua les benar-benar “worth it”. Jika tidak dipilih dengan tepat, les justru bisa membuat anak kelelahan, kehilangan waktu istirahat, bahkan kehilangan minat belajar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilih jenis les yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Berikut beberapa jenis les yang paling direkomendasikan untuk anak SMP dan SMA, beserta alasan mengapa mereka layak dipertimbangkan.
-
Les Mata Pelajaran Inti (Matematika, Bahasa Inggris, IPA)
Les untuk mata pelajaran inti masih menjadi pilihan utama, terutama bagi anak yang membutuhkan penguatan konsep dasar. Di jenjang SMP dan SMA, pelajaran seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA (Fisika, Kimia, Biologi) sering menjadi tantangan terbesar.
Les jenis ini sangat membantu anak dalam memahami materi yang mungkin kurang terserap di sekolah. Selain itu, biasanya pengajar di tempat les memiliki metode yang lebih variatif dan fokus pada latihan soal, sehingga anak menjadi lebih terbiasa menghadapi berbagai tipe soal.
Untuk siswa SMA, les mata pelajaran inti juga sangat penting sebagai persiapan ujian seperti UTBK atau ujian sekolah. Dengan bimbingan yang tepat, anak bisa belajar lebih terarah dan efektif.
-
Les Bahasa Asing
Di era global seperti sekarang, kemampuan bahasa asing menjadi nilai tambah yang sangat besar. Selain Bahasa Inggris, bahasa seperti Mandarin, Jepang, atau Korea mulai banyak diminati.
Les bahasa asing tidak hanya bermanfaat untuk akademik, tetapi juga membuka peluang lebih luas di masa depan, baik untuk studi maupun karier. Terlebih bagi anak yang berencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri, kemampuan bahasa menjadi salah satu syarat utama.
Selain itu, belajar bahasa juga membantu melatih daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan komunikasi anak.
-
Les Persiapan Ujian (UTBK, Olimpiade, Sertifikasi)
Untuk siswa kelas akhir SMP dan SMA, les persiapan ujian bisa menjadi investasi yang sangat penting. Les jenis ini biasanya lebih fokus pada strategi pengerjaan soal, manajemen waktu, dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya.
Bagi siswa yang ingin masuk perguruan tinggi negeri, les UTBK menjadi salah satu yang paling banyak dicari. Sementara itu, bagi siswa yang memiliki minat di bidang akademik tertentu, les olimpiade juga bisa menjadi pilihan untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan prestasi.
Program seperti ini biasanya lebih intensif, sehingga perlu disesuaikan dengan kesiapan anak agar tidak merasa terbebani.
-
Les Skill Non-Akademik (Public Speaking, Coding, Desain)
Selain akademik, penting juga bagi anak untuk mengembangkan keterampilan non-akademik. Beberapa les yang kini semakin populer di antaranya adalah public speaking, coding, dan desain grafis.
Public speaking membantu anak menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan ide, sementara coding membuka peluang di bidang teknologi yang terus berkembang. Desain grafis juga bisa menjadi bekal keterampilan kreatif yang bernilai tinggi.
Les jenis ini sangat cocok untuk anak yang ingin mengeksplorasi minat dan bakat di luar pelajaran sekolah. Bahkan, dalam beberapa kasus, skill ini bisa menjadi keunggulan saat mendaftar ke sekolah atau kampus tertentu.
-
Les Hobi dan Kreativitas
Les seperti musik, menggambar, menari, atau olahraga juga tidak kalah penting. Meskipun sering dianggap sekadar hobi, aktivitas ini berperan besar dalam menjaga keseimbangan emosi dan mental anak.
Di usia remaja yang penuh tekanan, memiliki kegiatan yang menyenangkan bisa menjadi “pelarian sehat” yang membantu anak tetap bahagia dan tidak mudah stres. Selain itu, jika ditekuni dengan serius, hobi juga bisa berkembang menjadi prestasi.
-
Les dengan Sistem Small Group atau Privat
Selain jenis les, metode pembelajaran juga perlu diperhatikan. Les dengan sistem small group atau privat cenderung lebih efektif karena perhatian pengajar lebih terfokus pada kebutuhan anak.
Anak juga lebih leluasa bertanya dan tidak merasa tertinggal. Ini sangat membantu terutama bagi anak yang cenderung pendiam atau membutuhkan pendekatan belajar yang lebih personal.
Namun, tentu saja pilihan ini perlu disesuaikan dengan budget dan preferensi masing-masing keluarga.
Tips Memilih Les yang Tepat
Agar les benar-benar memberikan manfaat, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Sesuaikan dengan kebutuhan anak, bukan sekadar ikut-ikutan
- Perhatikan jadwal agar tidak terlalu padat
- Libatkan anak dalam memilih agar mereka merasa memiliki
- Pilih tempat les dengan reputasi dan metode yang jelas
- Evaluasi secara berkala apakah les tersebut efektif
Les seharusnya menjadi alat bantu, bukan beban tambahan. Dengan pemilihan yang tepat, les bisa membantu anak tidak hanya dalam akademik, tetapi juga dalam membangun kepercayaan diri, keterampilan, dan kesiapan menghadapi masa depan.
~Afril