Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang tua di Indonesia yang mendengar istilah IGCSE. Kurikulum ini sering dikaitkan dengan sekolah internasional, standar global, dan peluang pendidikan luar negeri.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: Seberapa besar sebenarnya skala IGCSE di dunia? Berapa banyak siswa yang mengikutinya?
IGCSE atau International General Certificate of Secondary Education adalah program pendidikan dan ujian internasional yang dikembangkan oleh Cambridge International, bagian dari Cambridge University Press & Assessment di Inggris.
Program ini dirancang untuk siswa usia sekitar 14 – 16 tahun dan diakui luas oleh sekolah, universitas, dan institusi pendidikan di berbagai negara.
Seberapa Luas IGCSE Digunakan di Dunia?
Salah satu hal paling menarik dari IGCSE adalah jangkauan globalnya. Berdasarkan data resmi Cambridge, kurikulum dan ujian Cambridge ditawarkan di lebih dari 150 negara.
Ini berarti siswa dari berbagai sistem pendidikan, budaya, dan bahasa belajar menggunakan standar yang sama.
Skala global ini penting karena menunjukkan bahwa IGCSE bukan program niche atau terbatas pada wilayah tertentu. Kurikulum ini digunakan di:
- Sekolah internasional
- Sekolah nasional dengan program internasional
- Sekolah bilingual
- Sekolah swasta dengan orientasi global
Bagi orang tua, angka ini memberikan gambaran bahwa IGCSE adalah sistem yang telah teruji secara internasional, bukan sekadar tren pendidikan.
Berapa Banyak Siswa Mengikuti IGCSE di 2025?
Setiap tahun, Cambridge International menyelenggarakan beberapa seri ujian, dengan dua periode utama:
- Seri Mei/Juni
- Seri Oktober/November
Kedua seri ini memungkinkan sekolah di berbagai belahan dunia menyesuaikan kalender akademik mereka.
-
Seri Juni 2025
Menurut laporan resmi Cambridge:
- Dilaksanakan di lebih dari 139 negara
- Sekitar 240.000 siswa menerima hasil ujian
- Diikuti oleh lebih dari 4.200 sekolah
Seri Juni biasanya menjadi periode ujian terbesar karena diikuti oleh banyak sekolah di belahan bumi utara maupun Asia.
-
Seri November 2025
Untuk seri ini, Cambridge melaporkan:
- Hampir 93.000 siswa mengikuti ujian
- Berasal dari 128 negara
- Diikuti oleh lebih dari 3.000 sekolah
Seri November umumnya populer di negara-negara yang kalender akademiknya berbeda dari sistem Juni.
Apa Arti Angka-Angka Ini?
Jika digabungkan secara sederhana, lebih dari 300.000 siswa mengikuti ujian IGCSE di 2025 hanya dari dua seri utama. Ini adalah angka yang sangat besar untuk sebuah sistem ujian internasional.
Bagi orang tua, skala ini memberikan beberapa pemahaman penting bahwa:
- IGCSE adalah standar global nyata, bukan hanya dikenal, tetapi benar-benar digunakan oleh ratusan ribu siswa setiap tahun.
- Pengakuan internasional kuat karena universitas dan sekolah lanjutan di banyak negara familiar dengan struktur dan kualitas IGCSE.
- Lingkungan kompetitif dan global karena anak tidak hanya bersaing dengan teman satu sekolah, tetapi secara tidak langsung berada dalam ekosistem pendidikan internasional.
Mengapa Banyak Orang Tua Mempertimbangkan IGCSE?
Popularitas IGCSE tidak hanya soal angka peserta, tetapi juga pendekatan pembelajaran. Kurikulum ini menekankan:
- Pemahaman konsep, bukan hafalan
- Analisis dan pemecahan masalah
- Keterampilan berpikir kritis
- Kemandirian belajar
Selain itu, pilihan mata pelajaran yang luas memberi fleksibilitas bagi siswa dengan minat akademik berbeda, baik sains, bisnis, seni, maupun teknologi.
Intinya, IGCSE 2025 menunjukkan bahwa program ini memiliki skala global yang sangat besar. Ratusan ribu siswa dari lebih dari seratus negara mengikuti ujian yang sama, dengan standar yang konsisten.
Bagi para orang tua di Indonesia, informasi ini bisa membantu melihat IGCSE secara lebih objektif, bukan sekadar label “internasional”, tetapi sistem pendidikan yang memang digunakan luas di dunia.
~Febri