Di era digital ini, banyak siswa SMA yang bisa mendapatkan tambahan bantuan belajar melalui video atau konten online dari para influencer pendidikan.
Bagi para orang tua, meski membantu, tetapi penting memahami cara memanfaatkan sumber-sumber ini agar anak bisa belajar lebih baik. Khususnya di mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, dan Kimia.
Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan dan contoh influencer yang bisa dijadikan referensi.
Pahami Dulu Gaya Belajar Anak
Sebelum memilih influencer atau video, tanyakan pada anak:
- Apakah dia lebih suka melihat video singkat atau sesi panjang?
- Apakah dia suka belajar konsep dulu, kemudian latihan soal, atau justru langsung mengerjakan ke soal praktik?
- Apakah dia mudah bosan dengan penjelasan yang terlalu “teoritis” atau justru butuh detail mendalam?
Dengan memahami gaya anak, orang tua bisa membantu memilih konten yang paling sesuai.
Contoh Influencer Dari Dalam dan Luar Negeri
Berikut beberapa influencer yang dikenal dalam bidang matematika, fisika, kimia, yang bisa dijadikan contoh dan referensi.
-
Dari Luar Negeri
- 3Blue1Brown oleh Grant Sanderson. Fokus pada matematika secara visual, membantu anak memahami inti konsep melalui animasi.
- MinutePhysics oleh Henry Reich. Channel fisika dengan penjelasan ringkas dan mudah dipahami.
- The Organic Chemistry Tutor. Sebenarnya awalnya untuk kimia organik, tetapi juga mencakup matematika dan fisika. Cocok untuk anak yang ingin “ulang” konsep dan latihan soal.
-
Dari Indonesia atau Asia
- Vincent Fidelis. Influencer matematika Indonesia yang menyajikan konten ringan dan menjelaskan konsep matematika dengan cara yang lebih “seru”.
- Abdur Arsyad. Influencer pendidikan yang mengemas materi matematika SMA dengan gaya menghibur.
- Aman Dhattarwal. Meski influencer ini dari India, tetapi bisa menjadi inspirasi bagaimana gaya penyampaian yang menarik dan relevan untuk siswa, mencakup mata pelajaran seperti Fisika, Kimia, dan Matematika.
Cara Orang Tua Bisa Mendampingi Anak dengan Influencer
Berikut beberapa cara untuk mendampingi anak belajar melalui influencer.
- Tonton bersama anak satu atau dua video pendek dari influencer yang dipilih. Setelah itu, diskusikan bagian mana yang masih belum dipahami anak.
- Dorong anak untuk mencatat soal atau konsep yang sulit setelah melihat video, lalu cari latihan soal terkait.
- Buat jadwal, misalnya setelah sekolah atau pada hari libur, anak menonton satu video pendek, lalu mengerjakan latihan. Kemudian tanyakan pada anak apakah menonton video itu membantu atau tidak.
- Pastikan anak tidak terlalu lama menonton tanpa jeda. Ini karena materi sains butuh istirahat agar otak bisa menyerap.
- Arahkan fokus kualitas, bukan kuantitas. Lebih baik 15 – 20 menit video yang jelas dan kemudian praktek, daripada 1 jam yang membosankan.
Tips Memilih Influencer yang Tepat untuk Anak
Ikuti tips ini saat memilihkan konten influencer untuk anak.
- Pastikan influencer tersebut menggunakan bahasa yang digunakan mudah dimengerti, terutama jika anak belajar dengan bahasa Indonesia atau butuh terjemahan.
- Lihat apakah penyampaian menunjukkan contoh soal nyata atau aplikasi ke kehidupan sehari-hari. Ini membantu anak memahami “kenapa” bukan hanya “bagaimana”.
- Pilih yang teratur dan konsisten membuat konten sehingga anak bisa mengikuti dari bab ke bab.
- Pastikan juga konten menyimpan keseimbangan antara hiburan dan pembelajaran. Jangan terlalu banyak “gaya” yang bisa mengalihkan fokus dari belajar.
Intinya, belajar matematika, fisika, dan kimia bisa sangat terbantu dengan bantuan influencer pendidikan. Namun, yang paling penting adalah orang tua sebagai pendamping tetap hadir untuk mengamati gaya belajar anak, memilih sumber yang tepat, dan membantu memanfaatkan konten tersebut dengan bijak.
Dengan gaya yang tepat, dukungan orang tua bisa membuat perbedaan besar dalam motivasi dan pemahaman anak.
~Febri