Biar Anak Kuat Sekolah di Negeri Orang, Ini Persiapan Mental dan Emosional yang Wajib Dilakukan Orang Tua

Share

Mengirim anak sekolah di luar negeri bukan sekadar mengurus dokumen, tempat tinggal, dan biaya. Persiapan mental dan emosional sama pentingnya karena masa remaja adalah periode sensitif untuk kesehatan jiwa.

Apalagi sekitar 1 dari 7 remaja di dunia mengalami gangguan mental pada rentang usia masa SMP – SMA.

Untuk itu, menyiapkan anak secara emosional dapat membantunya menghadapi tekanan baru, menjaga prestasi akademik, dan tetap berkembang secara sosial di lingkungan asing. 

Homesick dan Adaptasi Budaya

Anak bisa merasakan homesick muncul karena kehilangan rutinitas, keluarga, makanan kesukaan, dan tanda-tanda aman dari lingkungan asal. Tanda-tandanya bisa berupa rasa sedih, susah tidur, nafsu makan berubah, atau menarik diri dari aktivitas sosial.

Penelitian menunjukkan bahwa homesick yang berat bisa mengganggu proses adaptasi di tahun pertama karena menurunkan mood, interaksi sosial, dan bahkan prestasi akademik. Jadi ini bukan ‘cuma kangen’ karena kalau dibiarkan, bisa memengaruhi keseharian anak. 

Berikut adalah cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mempersiapkan mental dan emosi anak dari Indonesia:

  • Kenalkan budaya tujuan lebih dulu. Bisa lewat film, vlog, makanan, dan aturan dasar seperti budaya antri di sana, aturan asrama, dll.
  • Latih rutinitas mandiri. Mulai dari bangun sendiri, atur waktu belajar, hingga masak makanan sederhana.
  • Bawa “penyelamat rumah”. Misalnya foto keluarga, bantal kecil, atau makanan kering favorit.
  • Rencanakan aktivitas awal. Misalnya daftar ke klub kegiatan di sekolah agar anak langsung punya akses ke komunitas

Pentingnya Komunikasi Jarak Jauh Orang Tua – Anak 

Dengan tetap melakukan kontak yang teratur, ini akan memberi rasa aman dan keterikatan emosional karena anak tahu bahwa tetap ada tempat kembali untuk curhat ketika dia butuh.

Namun, jangan melakukan komunikasi yang berlebihan, misalnya menelepon tiap jam, yang bisa membuat anak sulit belajar mengatasi masalah sendiri.

Contoh praktik yang sehat adalah:

  • Jadwalkan “video call keluarga” mingguan, misalnya Sabtu malam atau mengirimkan pesan singkat setiap pagi, khususnya sebelum ujian.
  • Tetapkan kode darurat jika anak merasa tertekan atau kehilangan sesuatu penting dengan langsung menghubungi orang tua.
  • Latih komunikasi problem-solving untuk memecahkan semua masalah dari jauh. Tanyakan pada anak, “Apa opsi yang kamu pikirkan?”, lalu bantu evaluasi. Ini melatih anak berpikir mandiri sekaligus merasa didukung.

Tips Melatih Kemandirian Sejak Dini

Berikut aktivitas praktis yang bisa dipraktikkan anak di rumah sebelum keberangkatan sekolah ke luar negeri:

  • Urus uang saku sendiri. Beri anak uang mingguan dan minta dia membuat catatan pengeluaran sederhana. Misalnya untuk budget makan, transport, dan tabungan.
  • Latih keterampilan praktis rumah. Mulai dari menyiapkan makanan sederhana, seperti memasak nasi dan lauk sederhana, mencuci pakaian, merapikan tempat tidur, hingga cara membaca label obat.
  • Simulasi “kejadian darurat. Buat skenario, misalnya kehilangan paspor, dan minta anak untuk menyusun langkah untuk mengatasinya. Ajarkan siapa saja harus menghubungi siapa dan kewajibannya untuk menyimpan salinan paspor.
  • Tingkatkan keterampilan sosial. Ajak anak berlatih perkenalan diri, menanyakan bantuan pada guru, dan ikut kegiatan komunitas.
  • Tanggung jawab akademik. Latih anak untuk membuat jadwal belajar, menyusun to-do list, dan mengontak guru sendiri jika butuh bantuan.

Penelitian menekankan bahwa pengalaman bertahap memberi anak rasa percaya diri bahwa “saya bisa”. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri anak saat tinggal jauh dari orang tua.

Jadi, mengirim anak sekolah ke luar negeri adalah investasi besar. Pastikan dia memiliki mental dan emosional yang kuat untuk membuat pengalaman tersebut jadi peluang pembelajaran dan kedewasaan, bukan sekadar ujian rindu.

 

~Febria

Lihat Artikel Lainnya

Scroll to Top
Open chat
1
Ingin tahu lebih banyak tentang program yang ditawarkan Sinotif? Kami siap membantu! Klik tombol di bawah untuk menghubungi kami.