Hati-hati Bahaya Virus Corona (2019-nCov)

Hati-hati Bahaya Virus Corona (2019-nCov)

Virus baru yang disebut corona virus telah membuat geger warga dunia. Sebab, mewabahnya virus corona menyebabkan puluhan orang meninggal dan ratusan lainnya kini mendapatkan perawatan. Virus yang dideteksi pertama kali muncul di Wuhan tersebut mengakibatkan Wuhan dan tiga kota lainnya di China kini diisolasi oleh pemerintah Tiongkok.

Otoritas Tiongkok dan World Health Organization (WHO) mengonfirmasi bahwa penyebab dari wabah ini adalah salah satu jenis coronavirus. Para pejabat negara mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan.

Namun seberapa bahaya coronavirus ini? Berikut penjelasannya

Apa itu virus corona ?

Coronavirus adalah virus dari familia Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia).[1] Struktur tubuh virus (virion) ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer (envelope)glikoprotein yang menyerupai paku (spike), genom RNA positif, dan protein nukleokapsid. Glikoprotein koronovirus dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik untuk memulai terjadinya infeksi. [2]

Nama virus corona diambil dari bentuknya yang menyerupai mahkota (corona) ketika dilihat di bawah mikroskop. Pada umumnya, virus ini tidak berbahaya, mereka hanya menyebabkan sakit pernapasan sedang seperti flu biasa. Namun beberapa jenis coronavirus memang bisa membawa bibit penyakit yang berbahaya dan mematikan.[3]

Ada sekitar enam virus corona yang diidentifilasi dapat mempengaruhi manusia dan menyebabkan gejala ringan hingga parah. Keenam virus corona tersebut adalah alpha coronavirus (NL63 dan 229E), coronavirus beta (HKU1 dan OC43). Dan dua lainnya, SARS-CoV (Virus corona Sindrom Pernafasan Akut Parah) dan MERS-CoV (virus corona Pernafasan Timur Tengah) dikenal karena gejalanya yang mengancam jiwa.

Virus corona jenis baru yang sedang menyebar di Tiongkok saat ini, yakni Novel coronavirus ( 2019-nCov). Diketahui, Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus penyebab penyakit saluran pernapasan di mana virus ini masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS.

 

Mengenal Bahaya SARS, MERS, 2019-nCov

Berdasarkan jurnal pengobatan umum mingguan di Inggris, The Lancet, merilis penjelasan terkait tanda dan gejala dari 3 jenis virus yang menyerang saluran pernapasan ini. Berikut rinciannya:

1. SARS-CoV

SARS-CoV Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARAS-CoV) pertama kali ditemukan di China pada November 2002. Diketahui, virus ini menyebabkan wabah mematikan di seluruh dunia pada kurun waktu 2002-2003. Tercatat, sebanyak 777 penduduk meninggal dunia dari 8.098 kasus. Meski begitu, para peneliti menyimpulkan, SARS-CoV memiliki tingkat kematian sebesar 10%. Bagi pasien yang terjangkit SARS-CoV umumnya sebanyak 20-25% mengalami diare. Sebuah studi awal menunjukkan bahwa peningkatan jumlah sitokin proinflamasi dalam serum tertentu dikaitkan dengan peradangan paru dan kerusakan paru-paru yang meluas pada pasien SARS.

Gejala SARS yang umumnya terjadi antara lain:

  • menggigil,
  • demam,
  • batuk kering,
  • sakit di bagian dada.

 

2. MERS-CoV

MERS-CoV Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) diketahui pertama kali ditemukan di Timur Tengah pada 2012. Saat itu ditemukan enam orang dengan gejala gagal pernapasan. Kemudian, dua orang di antaranya meninggal dunia.

MERS-CoV dilaporkan memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada SARS-CoV yakni sebesar 37%. Kasus menjadi meluas, di Arab Saudi tercatat 22 orang meninggal dunia dari 44 kasus yang terjadi. Seorang peneliti dari Erasmus Medical Center (EMC) di Belanda, Ron Fouchier mendunga MERS-CoV berasal dari kelelawar.

Pada 2013, penyakit ini mewabah ke negara-negara di Eropa, seperti Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia. WHO sempat mengeluarkan peringatan bahwa MERS-CoV dapat menjadi ancaman dunia. Sementara itu, bagi orang yang terinfeksi MERS-CoV dilaporkan menginduksi peningkatan konsentrasi sitokin proinflamasi yang juga dikaitkan dengan peradangan paru dan kerusakan paru-paru yang luas.

Adapun MERS juga memiliki tanda dan gejala masalah pencernaan pada usus, misalnya diare. Hingga saat ini belum ada pengobatan antivirus yang terbukti efektif untuk infeksi coronavirus.[4]

 

3. 2019-nCov

Virus Corona baru, dilambangkan 2019-nCoV oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan juga dikenal sebagai virus korona wuhan. Novel Coronavirus (2019-nCov) memang memiliki kesamaan dengan virus corona jenis lain, seperti MERS dan SARS yaitu  virus yang sama sama menyerang sistem pernafasan manusia.

Bedanya dengan virus lain, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal. virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

 

Gejala yang ditimbulkan virus corona

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, ada kemungkinan virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius seperti pneumonia atau bronkitis. Bahkan, bisa menyebar menjadi pneumonia dan mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Lalu apa saja gejala dari virus corona?

WHO merekomendasikan untuk mengurangi paparan dengan menjaga kebersihan tangan; tutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk; hindari kotak dengan siapapun yang menunjukkan gejala seperti[5]

1. Pilek dan batuk

2. Kesulitan Bernafas

3. Sakit tenggorokan

4. Sakit kepala

5. Demam

 

Penyebaran Virus Corona

Virus ini udah nyebar dengan cepat dan menginfeksi 2.828 orang, bahkan 81 di antaranya udah jadi korban jiwa. Dan yang bikin virus ini perlu kita waspadain itu karena ternyata korbannya bener-bener bisa siapa aja. Ada kakek-kakek berumur 88 tahun, sampe bayi perempuan yang baru berusia 9 bulan.

Sejak virus itu pertama kali muncul di Wuhan pada orang yang telah mengunjungi pasar makanan laut dan hewan setempat. Para pejabat hanya bisa mengatakan bahwa virus itu kemungkinan berasal dari hewan ke manusia. Namun, dalam sebuah studi baru, para peneliti mengurutkan gen 2019-nCoV (sebagaimana virus itu sekarang disebut), kemudian mereka membandingkannya dengan urutan genetik lebih dari 200 coronavirus yang menginfeksi berbagai hewan di seluruh dunia. Hasilnya, yang dirinci dalam Journal of Medical Virology, menyarankan bahwa 2019-nCoV kemungkinan berasal dari ular.

Adapun jenis ular apa? para ilmuwan mencatat ada dua ular yang umum di China tenggara tempat wabah itu berasal: selat banyak-pita (Bungarus multicinctus) dan kobra China (Naja atra). Namun, beberapa ahli mengkritik penelitian ini, dengan mengatakan tidak jelas apakah coronavirus memang dapat menginfeksi ular.

A. Bagaimana virus itu berpindah dari hewan ke manusia?

Beberapa virus diketahui mampu menularkannya ke manusia, tapi bagaimana caranya?

1. Protein pada kulit terluar virus punya kemungkinan untuk menempel pada sel-sel di saluran pernapasan inang. Setelah menempel pada sel inang, gen virus menyebar ke bentuk protein.

2. Supaya dapat berpindah ke inang baru misal hewan ke manusia, gen virus ini mengalami mutasi. Mutasi ini kemudian mengubah protein ke permukaan sehinga memungkinkan virus corona menempel pada sel spesies baru.

3. Dalam kasus corona SARS virus dapat melompat dari kelelawar ke kucing atau luwak sebelum menginfeksi manusia. Sementara kasus MERS, virus corona menyebar melalui unta yang berfungsi sebagai inang.

4. Virus corona dapat melompat langsung ke manusia, tanpa bermutasi atau melewati spesies perantara.

5. Para peneliti belum yakin hewan apa saja yang menjadi inang dari virus corona atau bagaimana cara dia melewati berbagai hewan sebelum menginfeksi manusia.

B. Bisakah virus menyebar di antara orang-orang?

Ya, dalam kasus terbatas, menurut CDC (Centers for Disease Control)tetapi mode penularan utama tampaknya dari hewan ke manusia. Bagaimana seseorang akan tertular virus, CDC mengatakan bahwa virus corona manusia paling umum menyebar antara orang yang terinfeksi dan orang lain melalui:

  1. Udara (dari partikel virus dari batuk atau bersin);
  2. Kontak pribadi (menyentuh atau berjabat tangan);
  3. Sebuah benda atau permukaan dengan partikel virus di atasnya (kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata Anda sebelum mencuci tangan);
  4. Dan jarang dari kontaminasi tinja.[6]

 

Pencegahan virus Corona

Untuk orang yang terjangkit virus corona ini harus segera mendapatkan perawatan khusus seperti di ICU atau perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawanya. Virus corona dapat menyebar melalui infeksi ke orang lain dari berbagai cara.

Menurut World Health Organization (WHO) Pencegahan virus Corona antara lain[7]:

1. Hindari mengkonsumsi daging dan telur mentah.

2. Hindari area berasap atau merokok.

3. Minum obat segera setelah gejalanya muncul dan jangan biarkan kondisinya menjadi parah.

4. Rajin mencuci tangan setelah bersin atau batuk.

5. Tutup mulut sebelum batuk atau bersin dengan tisu atau siku

6. Jika kamu yakin telah terinfeksi, hindari kontak dekat dengan orang-orang.

7. Harus memiliki waktu istirahat yang tepat.

8. Jika memasak daging untuk dikonsumsi, sebaiknya Anda memperhatikan tingkat kematangan daging dengan baik.

 

Ini negara-negara yang sudah terjangkit virus corona

Dari China, virus ini tercatat telah menyebar tak hanya ke wilayah otonomi seperti Hong Kong dan Makau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini. Termasuk Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand.


Sumber : Al Jazeera and News Agencies

Berikut rinciannya (per 27 januari 2020) [8]:

  • China: 2744 kasus , 81 kematian dikonfirmasi oleh Komisi Kesehatan Nasional China (China's National Health Commission)
  • Hong Kong: sekitar 1300 warga diperkirakan sudah terinfeksi
  • Jepang: dua orang, yaitu seorang turis asal China dan seorang warga yang baru pulang dari Wuhan
  • Kanada: 2 kejadian di Toronto dan Ontario
  • Cambodia: 1 kejadian (pasien meninggalkan kota Wuhan 23 Januari dan mengalami demam pada 25 Januari tapi sekarang sudah stabil.
  • Korea Selatan: dua orang yang baru kembali dari Wuhan
  • Amerika Serikat: seorang pria berusia 30 tahun yang berdomisili di Seattle
  • Makau: dua kasus, salah satunya adalah seorang wanita berusia 52 tahun yang baru saja tiba dari Wuhan
  • Singapura: satu orang turis asal China yang baru tiba di Singapura
  • Sri Lanka: Kejadian pertama di Kawasan Asia Selatan
  • Taiwan: seorang wanita asli Taiwan terjangkit setelah kembali dari liburan di Wuhan
  • Thailand: dua turis asal China
  • Vietnam: Seorang pria China yang tinggal di Ho Chi Min terinfeksi dari ayahnya yang melakukan perjalanan ke Vietnam 13 Januari lalu, dari kota Wuhan.

 

Langkah yang dianjurkan Staf Rumah Sakit  dalam menangani virus corona

Prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi. Tujuannya, agar penularan ke orang lain dapat dicegah.[9]

1. Isolasi pasien dan batasi pergerakannya

2. Gunakan perlengkapan khusus termasuk masker, pelindung mata. sarung tangan, dan baju steril

3. Sterilkan peralatan medi yang di gunakan untuk lebih dari satu pasien

4. Cuci tangan setelah kontak dengan pasien

 

DAFTAR PUSTAKA :

  1. ^ Fischer, Wolfgang B. 2005. Viral membrane proteins: structure, function, and drug design. Springer. ISBN 978-0-306-48495-7
  2. ^ Shatkin, Aaron J.2006. Advances in Virus Research, Volume 66. Academic Press. ISBN 978-0-12-039869-0
  3. ^ Sebayang, Rehia. 2019. Apa Itu Virus Corona nCoV yang Mematikan & Gegerkan Dunia?cnbcindonesia.com
  4. ^ Dewi, Retia Kartika. 2020. Virus Corona, SARS, dan MERS, Manakah yang Paling Berbahaya?kompas.com
  5. ^ Azizah, Khadijah Nur. 2020. Mengenal 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru di Chinadetik.com
  6. ^ Victoria, Widya. 2020. 2019-nCoV, Nama Resmi Virus Corona Jenis Baru: Semua Hal yang Perlu Diketahuiayojakarta.com
  7. ^Widayanti, Oktaviani Wahyu. 2020. Ciri Virus Corona, Ini Penyebabnya, Gejala dan Langkah Pencegahantribunnews.com
  8. ^ Al Jazeera and News Agencies. 2020. China battles coronavirus outbreak: All the latest updates. aljazeera.com
  9. ^ Lumbanrau, Raja Eben. 2020. Virus corona: Penjelasan dokter akan penyebaran, gejala, penyembuhan, hingga imbauan. bbc.com