Liburan bukan hanya soal bermain. Ini bisa jadi kesempatan emas untuk memperkenalkan anak pada seni, sejarah, dan imajinasi.
Mengajak anak ke museum instagenic atau galeri seni kontemporer bisa jadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik. Anak bisa belajar mengamati, bercerita, dan mengekspresikan diri, sambil mendapat foto-foto seru untuk dikenang.
Di Indonesia ada beberapa tempat ramah keluarga yang cocok untuk tujuan ini. Berikut rekomendasi dan tips praktis agar kunjungan bersama anak berjalan lancar.
-
Museum MACAN, Jakarta: Seni Kontemporer untuk Segala Usia
Museum of Modern & Contemporary Art in Nusantara (MACAN) adalah salah satu museum seni kontemporer terkemuka di Indonesia.
Selain koleksi permanen dan pameran bergilir, MACAN aktif menyelenggarakan program pendidikan untuk anak dan keluarga, seperti tur ramah anak dan lokakarya kreatif.
Ruang-ruangnya sering kali dirancang agar audiens muda tertarik lewat instalasi yang visualnya kuat dan interaktif. Namun, pastikan untuk memerhatikan aturannya karena beberapa instalasi tidak boleh disentuh.
Pastikan untuk mengecek jadwal pameran dan aturan kunjungan sebelum berangkat.
-
Galeri Nasional Indonesia, Jakarta: Pengenalan Seni Rupa Indonesia
Galeri Nasional menyajikan pameran modern dan kontemporer yang seringkali menampilkan karya seniman Indonesia. Untuk anak, galeri ini bagus untuk memperkenalkan konsep warna, bentuk, dan cerita di balik karya seni.
Pameran bersifat bergilir sehingga setiap kunjungan bisa memberi pengalaman baru. Karena sifatnya edukatif, Galeri Nasional sering mengadakan program publik yang cocok diikuti keluarga.
-
De Mata Trick Eye Museum, Yogyakarta: Foto Seru dan Imajinasi
Untuk anak yang suka berpose dan berimajinasi, museum trick-eye seperti De Mata di Yogyakarta menawarkan lukisan 3D yang “menipu mata” dan latar yang interaktif. Sempurna untuk anak bermain peran dan berkreasi dengan foto.
Tempat seperti ini mendorong anak mengeksplorasi perspektif dan berani tampil di depan kamera. Meski sangat instagenic, awasi anak dekat instalasi dan perhatikan aturan agar karya tetap terjaga.
-
Museum 3D atau Amazing Art World, Bandung: Zona Tematik Penuh Fantasi
Bandung punya museum 3D yang luas dengan zona tematik, seperti sejarah, dinosaurus, aquarium, fantasi, dan lain-lain.
Konsep zona ini memudahkan orang tua memilih area yang sesuai usia anak. Misalnya, zona hewan untuk balita atau zona fantasi untuk anak yang suka cerita.
Itulah salah satu alasannya museum 3D seperti ini sangat cocok untuk foto keluarga sekaligus stimulasi imajinasi.
-
Museum Angkut, Malang: Edukasi dan Spot Foto Menarik
Walau bukan galeri seni kontemporer, Museum Angkut populer karena tata pameran yang tematik dan latar yang fotogenik. Di sini ada zona bertema negara, kendaraan klasik, dan juga replika jalanan.
Anak-anak yang suka kendaraan dan cerita transportasi akan menikmati koleksi yang interaktif, sekaligus mendapat banyak spot foto unik.
Tips Praktis untuk Orang Tua sebelum Berangkat
Sebelum mengunjungi museum-museum ini bersama anak, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.
-
Cek jadwal dan aturan. Beberapa pameran membatasi sentuhan atau memerlukan reservasi tiket. Cek situs resmi tempat yang akan dikunjungi.
-
Pilih pameran sesuai usia. Untuk balita, cari ruang yang tidak terlalu panjang dan punya area duduk atau istirahat.
-
Sediakan aktivitas kecil. Bawa buku gambar atau catatan singkat agar anak bisa menggambar kesan mereka setelah melihat karya.
-
Ajak anak berdiskusi. Tanyakan pada anak apa yang dilihat, disukai atau tidak disukai, dan apa alasannya. Ini akan melatih bahasa dan nalar anak.
-
Foto dengan etika. Ikuti aturan foto karena beberapa galeri melarang flash atau foto sama sekali.
-
Pastikan keamanan dan kenyamanan. Jangan lupa bawa air, topi, dan pakaian nyaman. Simpan barang berharga selama berada di sana.
Mengunjungi museum instagenic atau galeri seni kontemporer bisa menjadi kombinasi sempurna antara pembelajaran dan hiburan. Anak bisa mendapatkan stimulasi visual dan kemampuan bercerita, sedangkan orang tua mendapat momen berkualitas dan bahan kenangan foto keluarga.
~Febri