Di jenjang SMP, banyak orang tua mulai serius memikirkan masa depan pendidikan anak, terutama menjelang kelulusan dan seleksi masuk SMA atau sekolah lanjutan favorit.
Salah satu istilah yang makin sering terdengar adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tes ini biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan bernalar dan kesiapan akademik, bukan sekadar seberapa banyak materi pelajaran yang dihafal.
Karena TKA sering menjadi bagian dari seleksi masuk sekolah favorit atau program tertentu, wajar kalau muncul pertanyaan: “Perlu nggak ya, anak SMP ikut bimbel khusus TKA?”
Sebelum menjawab, ada baiknya kita pahami dulu seperti apa TKA di tingkat SMP dan apa saja yang sebenarnya dibutuhkan anak.
Memahami TKA di Tingkat SMP
TKA untuk siswa SMP umumnya dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir dan logika, bukan hanya mengulang materi pelajaran. Bentuk soalnya bisa meliputi:
- Penalaran numerik: operasi hitung, persentase, perbandingan, pola bilangan, dan soal cerita.
- Penalaran verbal: sinonim, antonim, padanan kata, analogi, dan pemahaman bacaan pendek.
- Penalaran logis: pola gambar, kesimpulan dari pernyataan, urutan logis, dan hubungan sebab-akibat.
- Penalaran umum: soal yang menggabungkan angka, kata, dan gambar dalam satu kasus.
Banyak siswa yang kaget saat pertama kali menghadapi soal TKA karena formatnya terasa “beda” dari ulangan harian atau ujian sekolah. Kalau di sekolah mereka terbiasa menghafal rumus dan rumus itu keluar lagi di ujian, di TKA mereka dituntut lebih banyak berpikir, menganalisis, dan mencari hubungan antar informasi.
Di sinilah peran latihan sangat penting. Anak yang tidak pernah terpapar tipe soal seperti ini bisa cepat panik dan merasa TKA itu sulit padahal sering kali masalahnya cuma belum terbiasa.
Kapan Bimbel Khusus TKA Bisa Menjadi Pilihan yang Tepat?
Bimbingan belajar khusus TKA bisa cukup membantu, terutama dalam beberapa kondisi berikut:
- Anak belum familiar dengan tipe soal TKA
Kalau selama ini anak hanya terbiasa mengerjakan soal dari buku paket atau LKS, bimbel bisa memperkenalkan variasi soal TKA yang lebih menantang. Biasanya, bimbel menyediakan bank soal, try out, dan pembahasan pola soal yang sering muncul. - Anak butuh jadwal belajar yang lebih teratur
Tidak semua siswa SMP bisa disiplin belajar sendiri, apalagi kalau sudah mulai sibuk dengan tugas sekolah, kegiatan OSIS, atau ekskul. Di bimbel, anak punya jadwal rutin, target materi, dan evaluasi berkala sehingga persiapan TKA lebih terarah. - Orang tua kesulitan membimbing sendiri
Bisa jadi orang tua tidak familiar dengan bentuk soal TKA, atau tidak punya waktu menyiapkan materi dan mendampingi latihan. Dengan ikut bimbel, orang tua mendapatkan “partner” yang membantu mengawal proses belajar anak menuju hari tes. - Anak akan mengikuti seleksi yang cukup ketat
Untuk masuk SMP akselerasi, SMA unggulan, atau program tertentu (misalnya kelas internasional), TKA sering dijadikan salah satu indikator utama. Jika persaingan tinggi, tambahan bimbingan bisa menjadi keuntungan, terutama untuk mengasah strategi mengerjakan soal dan manajemen waktu.
Selama bimbel yang dipilih menggunakan pendekatan yang tepat, tidak hanya menghafal trik, tetapi juga menjelaskan cara berpikir, bimbingan khusus TKA bisa menjadi investasi yang bermanfaat untuk siswa SMP.
Apakah Bimbel TKA Wajib untuk Semua Siswa SMP?
Meski punya banyak manfaat, bimbel TKA bukan kewajiban mutlak untuk semua siswa. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mendaftarkan anak:
- Kemampuan dasar dan kebiasaan belajar anak
Jika anak sudah memiliki dasar matematika, bahasa, dan logika yang cukup baik, serta terbiasa mengerjakan soal tambahan di rumah, ia mungkin cukup dengan belajar mandiri menggunakan buku TKA atau modul latihan. - Kemandirian dan motivasi
Ada siswa yang justru lebih nyaman belajar sendiri, menonton video pembahasan soal, dan tidak terlalu suka suasana kelas bimbel. Jika anak seperti ini sudah disiplin dan progresnya terlihat, bimbel bisa menjadi opsi tambahan saja, bukan keharusan. - Beban aktivitas harian
Jangan lupa, siswa SMP juga butuh waktu istirahat dan bersosialisasi. Kalau jadwalnya sudah penuh dengan les mapel, ekskul, dan tugas sekolah, menambahkan bimbel TKA bisa membuat anak kelelahan dan akhirnya sulit fokus. - Kondisi finansial keluarga
Bimbel khusus TKA, terutama yang fokus pada seleksi sekolah favorit, biasanya memerlukan biaya tambahan. Orang tua perlu mempertimbangkan kemampuan finansial secara realistis. Kalau terasa berat, bukan berarti persiapan TKA harus berhenti, masih ada cara belajar mandiri yang efektif dan lebih hemat.
Alternatif Persiapan TKA untuk Siswa SMP Tanpa Bimbel
Jika orang tua atau anak memutuskan untuk tidak ikut bimbel khusus, persiapan TKA tetap bisa dilakukan dengan baik di rumah. Beberapa langkah yang bisa ditempuh antara lain:
- Menggunakan buku latihan TKA khusus SMP
Pilih buku yang berisi ringkasan materi dasar dan banyak latihan soal beserta pembahasannya. Biasanya ada pula simulasi tes yang mirip kondisi ujian sebenarnya. - Menyusun jadwal latihan rutin
Daripada belajar dadakan menjelang tes, lebih baik anak berlatih 30–45 menit per hari, fokus pada satu jenis soal: misalnya hari ini penalaran numerik, besok penalaran verbal, dan seterusnya. - Melatih manajemen waktu
Saat latihan, biasakan menggunakan timer. Misalnya, 25 soal dikerjakan dalam 20–25 menit. Ini melatih kecepatan berpikir dan kemampuan mengambil keputusan saat ragu. - Membahas cara berpikir, bukan hanya jawaban
Jika ada soal yang salah, jangan hanya menunjukkan jawaban benar. Ajak anak memahami kenapa jawabannya salah dan bagaimana seharusnya berpikir. Ini yang benar-benar melatih kemampuan akademik. - Memanfaatkan sumber belajar daring
Banyak video dan materi gratis di internet yang membahas soal penalaran, logika, dan TKA setara SMP. Anak bisa menonton pembahasan sambil mencatat pola-pola penting.
Pada akhirnya, keputusan apakah siswa SMP perlu ikut bimbel khusus TKA sangat bergantung pada kondisi masing-masing, karakter anak, tujuan sekolah lanjutan, situasi keluarga, dan gaya belajar yang paling cocok.
Jika anak cenderung butuh bimbingan intens, akan menghadapi seleksi yang ketat, dan keluarga merasa siap secara waktu dan biaya, bimbel bisa menjadi pilihan yang membantu. Namun jika anak cukup mandiri, punya dasar kemampuan yang baik, dan nyaman dengan belajar mandiri, persiapan TKA tanpa bimbel pun tetap bisa efektif.
~Afril