5 Tips untuk Orang Tua Introvert dalam Membesarkan Anak Ekstrovert, Jangan Sampai Kehabisan Energi!

Salah perbedaan utama antara introvert dan ekstrovert adalah yang satu senang berdiam diri, sedangkan satunya lagi tak suka berdiam diri terlalu lama. Di sinilah tantangan orang tua yang introvert jika memiliki anak ekstrovert.
Memiliki anak yang selalu siap untuk bertemu orang-orang, menjadi pusat perhatian, dan menyukai pergi keluar mungkin akan menyulitkan orang tua yang lebih memilih kebalikan dari itu semua.
Namun, orang tua tentu saja harus tetap mencintai anaknya apa adanya karena dia terlahir seperti itu. Berbahagialah karena anak bisa menjadi seorang social butterfly sejak kecil, yang mungkin diinginkan oleh banyak orang tua untuk anaknya.
Berikut adalah beberapa tips parenting yang bisa dilakukan oleh para orang tua introvert dalam membesarkan anak ekstrovert.
1. Buat Anak Ekstrovert Melakukan Kegiatan Interaktif
Karena anak ekstrovert senang dengan kesibukan, temukan cara agar dia tetap sibuk tanpa harus melibatkan orang tuanya.
Bisa dengan pergi ke tempat bermain yang banyak anak-anak, menjadwalkan playdate dengan teman-teman sebayanya, atau mendaftarkan mereka di kelas keterampilan kesukaannya.
Ingatlah bahwa orang tua tidak harus selalu menjadi orang yang anak andalkan untuk melakukan kegiatan. Sediakan saja tempat bersosialisasi yang baik bagi anak, yang akan menguntungkan semua pihak.
2. Berikan Waktu Khusus bagi Anak Introvert untuk Bercerita
Beberapa ahli mengatakan bahwa orang yang ekstrovert merasa harus membagikan apa yang dirasakan atau dialaminya dengan orang lain. Bagi anak-anak introvert, penting untuk membagikannya ke orang tuanya.
Jadi, jika orang tua tidak memiliki banyak waktu luang, pastikan untuk meluangkan waktu 10 – 15 menit setiap hari tanpa gangguan untuk membiarkan anak membicarakan berbagai hal dengan orang tuanya, baik ayah atau ibunya secara bergantian atau keduanya secara langsung.
Selain itu, persiapkan juga waktu bercerita menjelang tidur. Apalagi banyak anak yang begitu waktu tidur tiba, ada banyak hal yang tiba-tiba ingin diceritakan kepada orang yang dicintainya.
3. Lakukan Petualangan bersama Anak Ekstrovert
Orang tua yang introvert pastinya lebih menyukai duduk santai dan tidak mencoba hal-hal baru. Namun, saat mengasuh anak, khususnya yang ekstrovert, cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas baru yang menyenangkan dan bisa dinikmati bersamanya.
Misalnya saja mencoba tempat rekreasi atau taman bermain baru, belajar naik skuter atau sepatu roda, atau kegiatan lain yang juga disukai anak.
Terlepas dari apakah orang tua akan menyukainya atau tidak, yang terpenting adalah anak akan menghargai bahwa ayah atau ibunya bersedia mencoba kegiatan tersebut untuk dirinya.
4. Ajari Anak Menikmati Waktu Sendiri
Sama seperti orang introvert yang perlu belajar cara bergaul dengan sekelompok orang, orang ekstrovert juga perlu belajar cara menyendiri.
Mereka tidak harus menyukainya, tetapi itu adalah keterampilan hidup dan juga pelajaran berharga dalam menghargai kebutuhan orang lain untuk menyendiri.
Mulailah hanya sebentar, sekitar 10 – 15 menit. Dalam waktu tersebut, ajarkan anak untuk mencoba menikmatinya sendirian di kamar. Jika sudah selesai, barulah dia bisa keluar dari kamar dan melakukan hal lain yang disukainya.
Namun, jangan membuat waktu tersebut terasa seperti hukuman. Buatlah kegiatan yang menyenangkan, seperti menyediakan buku untuk dibaca, buku mewarnai, permainan teka-teki, lego, atau apa pun yang disukainya, sehingga dia tidak terlalu bosan menghabiskan waktunya.
Tingkatkan jumlah waktu secara bertahap agar anak bisa membangun "daya tahan waktu sendiri".
5. Jadwalkan Waktu untuk Diri Sendiri
Jangan pernah merasa bersalah jika orang tua membutuhkan waktu sendiri. Sama seperti anak ekstrovert yang membutuhkan banyak kegiatan dan orang untuk merasa bahagia, orang tua introvert juga membutuhkan waktu sendiri untuk alasan yang sama.
Sadarilah bahwa sifat introvert yang dimiliki bukan kelemahan, melainkan bagian dari diri sendiri. Sama seperti orang tua menerima bahwa anaknya seorang ekstrovert. Keduanya bukan kelemahan, melainkan kelebihan yang harus disyukuri.
Jangan takut komunikasikan kebutuhan orang tua kepada anak. Jelaskan kepadanya kalau ayah atau ibunya membutuhkan waktu sendiri dan bukan berarti sikap tersebut berarti tidak mencintai dan menikmati kebersamaan dengannya.
Dengan melakukan dialog terbuka kepada anak, dia akan mulai memahami dan menghormati batasan yang dimiliki orang tuanya. Selama orang tua menghormati batasan yang dimiliki anak, maka anak juga akan melakukan hal yang sama.
Jangan lupa juga melakukan perawatan diri, misalnya dengan berjalan-jalan sendirian tanpa gangguan, pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, atau menjalani hari santai di spa. Apa pun itu, lakukan kegiatan untuk mempertahankan tingkat energi agar bisa kembali siap menghadapi anak ekstrovert di rumah.
Itulah beberapa tips parenting yang bisa dilakukan oleh orang tua introvert yang membesarkan anak ekstrovert. Ini tak seharusnya menjadi masalah besar asalkan orang tua bisa memberikan pengertian kepada anak mengenai perbedaan sifat yang mereka miliki.
Sumber:
https://grkids.com/introvert-parent-extrovert-child/
~Febria