Untitled Document
 
Saturday, 16 December 2017
 
      ENTER
 
Testimonial    |     Karir    |     Buku & CD    |     Download    |     Sign Up    |     Sitemap    |     Contact Us  
WELCOME TO SINOTIF.COM  
 
11 May 2010
Apple Tree

Al kisah, pada waktu yang lampau ada sebuah Pohon Apel.

 

Pohon itu sangat mencintai seorang kanak-kanak lelaki, dan

begitu pula sebaliknya, anak laki-laki itu mencintai pohon itu.

Hampir tiap hari, anak lelaki itu menghampiri pohon itu,

memeluknya, dan bermain-main di sekitarnya.

 

Jika anak itu kelelahan, ia berteduh di bawah pohon yang rindang

itu dan akhirnya tertidur lelap.

 

Ketika pohon itu berbuah apel, alangkah gembiranya anak itu.

 

Sang anak  memanjat pohon, memetik buahnya lalu memakan

sepuas-puasnya, kemudian bermain berayun-ayun di dahan pohon.

 

Waktu kemudian berlalu. Sang anak tumbuh menjadi lebih besar.

 

Suatu ketika anak itu menghampiri sang pohon, kemudian sang

pohon berkata: ”Mari bermainlah denganku !”

 

“Aku bukan anak kecil lagi, aku tidak bermain dengan pohon,

aku menginginkan barang-barang mainan, aku perlu uang untuk

membelinya.

 

“Maaf, aku tak memiliki uang, namun  engkau bisa memetik

seluruh buahku lalu kau jual, sehingga kau nanti mempunyai uang,

” kata pohon apel. Anak laki-laki itu sangat gembira lalu memetik

seluruh buah apel dan membawanya pergi dengan bahagia.

Pohon apel ikut berbahagia.

 

Anak laki-laki itu tidak pernah lagi mampir ke pohon apel,

semenjak ia memetik buahnya. Pohon apel merasa sedih.

 

Pada suatu hari, anak laki-laki itu yang telah menjadi  dewasa,

kembali muncul menghampiri pohon apel. Pohon apel sangat

bergembira dan berkata : “Mari bermainlah denganku ”

 

“Aku tak punya waktu untuk bermain ! Aku harus bekerja untuk

menghidupi keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat

berteduh, dapat engkau menolong kami ?” pinta  lelaki itu.

 

“Maaf, aku tak punya rumah satupun. Tetapi  engkau bisa

menebang batang pohonku untuk membangun rumah,”

saran pohon apel.

 

Kemudian laki-laki itu menebang seluruh dahan pohon apel dan

mambawanya pergi dengan sukacita.

 

Pohon apel merasa bahagia melihat laki-laki itu,

namun laki-laki itu tak pernah mengunjunginya lagi sejak itu.

 

Pada suatu musim yang amat panas, laki-laki itu kembali lagi.

Pohon apel sangat gembira atas kedatangannya dan berkata :

" Mari bermainlah bersamaku "

 

“Aku telah beranjak tua.  Aku ingin berlayar untuk  bersantai.

Dapatkah engkau memberiku perahu ?” kata laki-laki itu.

 

“Pakailah batang pohonku untuk membuat perahu. Engkau bisa

berlayar jauh dan engkau akan berbahagia nantinya,”

kata pohon apel.

 

Kemudian laki-laki itu memotong batang pohon apel untuk

membuat perahu. Ia berlayar dengan perahu hasil batang pohon

apel itu dan untuk waktu yang lama, ia tak nampak muncul lagi.

 

Pohon apel ikut merasa bahagia.

 

Akhirnya laki-laki itu kembali lagi setelah bertahun-tahun

lamanya. “Maaf anakku, aku tak memiliki apa-apa lagi untuk

bisa kuberikan kepadamu. Tak ada buah apel lagi  untukmu….. ,”

kata pohon apel. “Tidak masalah, aku sudah tak mempunyai gigi

untuk menggigit….,” jawab lelaki itu yang telah menjadi tua.

 

“Engkau sudah tak memiliki batang untuk bisa dipanjat. Akupun

telah terlalu tua untuk bisa memanjat,” kata laki-laki tua itu.

 

“Aku sungguh tak memiliki apapun untuk dapat kuberikan

padamu….. sesuatu yang masih tersisa kini hanyalah batang

akarku yang telah mati ini….,” kata pohon apel itu seraya menangis.

-

“Aku kini tak banyak kebutuhan, yang kuperlukan sekarang adalah

tempat untuk beristirahat. Aku merasa lelah setelah menjalani hidup

bertahun-tahun…” jawab lelaki tua itu.

-

“Baiklah. Akarku yang sudah  mati ini adalah tempat yang

nyaman untuk beristirahat. Mari duduklah bersamaku dan

beristirahatlah,” kata pohon apel.

 

 Anak lelaki yang kini sudah menjadi tua bangka itu kemudian

duduk di atas akar pohon apel yang telah mati.

Pohon apel merasa bahagia, tersenyum sambil menitikkan air mata …….

 

Ps : Setiap orang memilikipohon apeldi dalam kehidupannya. Dan pohon apel itu adalah : ORANG TUA kita !! Orang tua yang rela berkorban demi kebahagiaan anaknya …….



 
 
 
  Alamat Pusat : Ruko Danau Sunter Mas, Jl. Sunter Jaya 1 No. D3 dan D5, Sunter, Jakarta Utara
                        Telp. (021) 2265 2392 - Fax. --

© Copyright 2010 - design and Hosting@ faberhost.com